UMM Institutional Repository

PRODUCT PLACEMENT PADA FILM AMERIKA, INGGRIS, DAN INDONESIA Studi Sinematik Pengemasan Product Placement pada Film "The Company Men" (Amerika), "Made in Dagenham" (Inggris) dan "Alangkah Lucunya Negeri Ini" (Indonesia)

Amini, Hidayatullah (2012) PRODUCT PLACEMENT PADA FILM AMERIKA, INGGRIS, DAN INDONESIA Studi Sinematik Pengemasan Product Placement pada Film "The Company Men" (Amerika), "Made in Dagenham" (Inggris) dan "Alangkah Lucunya Negeri Ini" (Indonesia). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Product placement menjadi sesuatu yang familiar terlihat pada banyak media hari ini, terutama pada film. Product placement di Amerika memiliki tempat lebih untuk diperhatikan sebagai sebuah studi dan bentuk aplikasi kreatif. product placement sangat diperhatikan baik positif maupun negatifnya oleh Brand Channel dimana mereka juga memfasilitasi penelitian dan diskusi tentang produk. Di Inggris, product placement sangat dipantau pemerintah. Inggris memiliki Ofcom sebagai lembaga yang berwenang mengontrol dan mengawasi praktek product placement. Di Indonesia product placement belum mendapat sebuah perhatian dari pemerintah yang masih fokus pada iklan televisi. Hal yang menarik bagi peneliti adalah bagaimana aspek-aspek teknis pembentukan film yang mengandung product placement pada film Amerika, Inggris dan Indonesia. Untuk menjawabnya, peneliti mengkomparasikan unsur sinematik menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif komparatif pada film The Company Men (Amerika), Made in Dagenham (Inggris) dan Alangkah Lucunya Negeri Ini (Indonesia) dengan mengacu pada tiga dimensi Russel tentang dimensi brand placement (product placement) yaitu visual (gambar), auditory (suara) dan plot connection (hubungan cerita dengan penerapan). Unsur naratif hanya akan berkaitan dengan plot connection, namun unsur sinematik dapat berkaitan dengan tiga dimensi Russel. Sehingga apabila penelitian bertujuan untuk meneliti unsur sinematik, maka dengan otomatis akan meneliti unsur naratifnya pula. The Company Men diproduksi oleh The Weinstein Company (Amerika) bercerita tentang efek resesi ekonomi di tahun 2010 pada sebuah perusahaan dan kehidupan karyawannya. Made in Dagenham diproduksi oleh BBC Films (Inggris) bercerita tentang perjuangan pekerja wanita yang menginginkan persamaan status pada tenaga kerja pada tahun 1968 di Dagenham. Alangkah Lucunya Negeri Ini diproduksi oleh Citra Sinema (Indonesia) bercerita tentang kenyataan sosial yang terjadi di Indonesia dari masalah pengangguran beberapa sarjana hingga anak jalanan. Ketiga film tersebut diproduksi pada tahun 2010 dan ketiganya memiliki latar belakang yang sama yaitu ekonomi, keluarga, pekerjaan dan memiliki banyak kemunculan product placement. Product Placement pada film The Company Men dan Made in Dagenham memiliki pola yang hampir sama yaitu mise-en-scene memberikan posisi dan motivasi bagi product placement, sinematografi memperlihatkan product placement sebagai bagian sekunder dari frame serta terlihat untuk membangun cerita dan secara sinematik product placement ditampilkan dalam konteks positif dan negatif. Secara teknis pengemasan product placement terkait dimensi visual, auditory dan plot conection. Alangkah Lucunya Negeri Ini pada mise-en-scene dominan hanya sebagai bagian dari setting dan diaplikasikan pada media komunikasi lain di dalam film, sinematografi menggambarkan produk secara detail dan tidak ditempatkan pada adegan dengan konteks negatif. Secara sinematik hanya terdapat pada dimensi visual. Terdapat kesamaan pada ketiganya dalam aspek editing yang ritmik dan suara yang lebih keras serta memiliki jeda pada product placement. Komparasi mendeskripsikan beberapa pola tentang pengemasan product placement yang berbeda dari ketiga film. Film Amerika dan Inggris memiliki pesan-pesan tergolong dalam komunikasi konteks rendah karena informasi tentang product placement sangat mudah diproses dan jelas maksudnya. Film Indonesia memiliki pesan-pesan yang tergolong dalam komunikasi konteks tinggi karena informasi tentang product placement tidak mudah diproses. Ketiganya memiliki pola penempatan yang sama pada babak cerita yang berefek pada penerapan sinematiknya dan untuk mengontrol proses pengolahan informasi pada audien. Elaborasi yang terdiri dari rute sentral dan rute periferal dikendalikan dengan mengendalikan bobot kemunculan product placement yang disesuaikan dengan konteks babak atau adegan agar memperoleh bentuk persuasif yang optimal pada audien.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 03 May 2016 02:08
Last Modified: 03 May 2016 02:08
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28930

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo