UMM Institutional Repository

PESAN NONVERBAL PENYANDANG DIFFABLE DALAM FILM (Analisis Isi Pada Film “Bermula Dari A” Karya BW. Purba Negara)

Hidayati, Fadhilah (2012) PESAN NONVERBAL PENYANDANG DIFFABLE DALAM FILM (Analisis Isi Pada Film “Bermula Dari A” Karya BW. Purba Negara). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-fadhilahhi-29191-1-pendahul-n.pdf

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-fadhilahhi-29191-2-babi.pdf

Download (186kB) | Preview

Abstract

Film di Indonesia berkembang cukup pesat saat ini, dengan tema yang mulai beragam, termasuk film dengan tema-tema sosial, namun film sosial yang ada saat ini masih sangat minim mau membahas tentang kehidupan para penyandang cacat yang saat ini biasa disebut kaum diffable, film-film yang bercerita tentang penyandang diffable memilkibenang merah yang sama yaitu hanya sebatas menceritakan perjuangan kaum diffable ini untuk dianggap setara dengan orang normal dan diakui oleh masyarakat luas, namun belum ada yang menceritakan bagaimana sebenarnya kehidupan penyandang diffable ini menurut cara hidup mereka sendiri. Menjadi sesuatu yang menarik ketika film pendek berjudul “Bermula Dari A” mau mengangkat cerita tentang kehidupan kaum diffable seorang perempuan penyandang tunanetra dan seorang laki-laki penyandang tunarungu-wicara yang mampu saling berkomunikasi satu-sama lain hanya dengan menggunakan pesan-pesan nonverbal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja bentuk pesan nonverbal yang digunakan oleh penyandang tunanetra dan tunarungu-wicara dan berapa banyak frekuensi kemunculan pesan nonverbal tersebut dalam film “Bermula dari A”. Dengan tujuan untuk mengetahui bentuk pesan nonverbal yang digunakan oleh penyandang tunanetra dan tunarungu-wicara dalam berkomunikasi dan berapa banyak frekuensi kemunculan pesan nonverbal yang ada dalam film ini “Bermula dari A”. Pendekatan dari penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analisis isi dengan perangkat statistik deskriptif untuk merepresentasikan kerangka pesan secara akurat. Penelitian ini menggunakan unit analisis setiap scene dalam film “Bermula dari A” yang menunjukkan penggunaan pesan nonverbal sesuai kategori yang telah ditentukan yaitu kategori Pesan Kinesik dengan indikator fasial, gestural, dan postural, kategori Pesan Proksemik dengan indikator akrab, personal, dan sosial, kategori Pesan Artifaktual dengan indikator pakaian, kategori Pesan Paralinguistik dengan indikator nada, kualitas, dan volume, serta kategori Sentuhan dengan indikatornya sentuhan. Kelima kategori tersebut muncul sebagai bagian dari pesan nonverbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan nonverbal dalam film “Bermula Dari A” adalah sebanyak 84 scene sebagai total kemunculan scene yang diamati pada penyandang tunanetra dan 75 scene yang diamati pada penyandang tunarungu-wicara. Pada penyandang tunanetra kategori kinesik muncul sebanyak 26 scene (30%), proksemik sebanyak 14 scene (16%), artifaktual sebanyak 16 scene (20%), paralinguistik sebanyak 14 scene (17%) dan kategori sentuhan sebanyak 14 scene (17%). Pada penyandang tunarungu-wicara dalam film ini untuk kategori kinesik sebanyak 25 scene (33,3%), proksemik sebanyak 13 scene (17%), artifaktual sebanyak 11 scene (14,7%), paralinguistik sebanyak 21 scene (27,9%), serta untuk kategori sentuhan sebanyak 5 scene (7%). Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa pesan nonverbal yang digunakan oleh penyandang tunanetra dan tunarungu-wicara dalam berkomunikasi yang ada di film “Bermula Dari A” adalah pesan kinesik yang paling banyak digunakan yaitu ekspresi wajah, gerakan tangan, mata dan mulut dengan total frekuensi kemunculan sebanyak 31,65%. Selanjutnya adalah penggunaan pesan paralinguistik dengan total frekuensi kemunculan sebanyak 22,45% dalam ungkapan nada, perbedaan tebal tipisnya kualitas suara, serta tinggi rendahnya volume suara yang digunakan saat berbicara. Pesan ketiga adalah pesan artifaktual yaitu pakaian yang digunakan untuk membentuk identitas diri pemakainya, dan dalam film ini dimunculkan dengan frekuensi sebanyak 17,35%. Pesan yang digunakan selanjutnya adalah pesan prosemik yang menjelaskan jarak atau ruang yang dibentuk seseorang melalui jarak atau ruang akrab, personal dan sosial dengan total frekuensi kemunculan sebanyak 16,5%. Dan pesan nonverbal yang terakhir memiliki total frekuensi kemunculan paling sedikit dalam film ini yaitu pesan sentuhan yang muncul sebanyak 12% berupa sentuhan untuk membaca bahasa isyarat tangan. Semua penggunaan pesan nonverbal ini berfungsi sebagai substitusi (pengganti) lambang-lambang pesan verbal yang berlaku pada pesan kinesik, proksemik, artifaktual dan sentuhan, dan berfungsi sebagai komplemen dan aksentuasi yang digunakan untuk melengkapi dan menegaskan pesan paralinguistik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 03 May 2016 02:04
Last Modified: 03 May 2016 02:04
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28929

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo