UMM Institutional Repository

PERAN HUMAS DALAM PENCITRAAN KOTA BATU SEBAGAI KOTA WISATA Studi pada Humas Pemerintah Kota Batu Malang

Pratiwi, Mei Fieta (2011) PERAN HUMAS DALAM PENCITRAAN KOTA BATU SEBAGAI KOTA WISATA Studi pada Humas Pemerintah Kota Batu Malang. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-meifietapr-21536-PENDAHUL-N.pdf

Download (812kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-meifietapr-21536-BAB+I.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Kekayaan alam yang beraneka ragam di Indonesia tidak saja akan menjadi sumber kehidupan dan pendapatan, melainkan simbol kelebihan sekaligus keunggulan suatu bangsa. Dalam hal ini tidak hanya di peringkat nasional, tetapi dalam skala internasional sekalipun. Pariwisata pada saat ini sangat mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Setelah dikeluarkannya UU Nomor 22 Tahun 1999 mengenai Otonomi Daerah, beberapa daerah di Indonesia mulai bergerak merumuskan dan merancang beberapa kebijakan di mana dapat digunakan untuk mengembangkan potensi pariwisatanya dengan harapan dapat meningkatkan PAD ( Pendapatan Asli Daerah) didaerahnya masing-masing. Salah satu dari wilayah Indonesia yang sudah terkenal sejak abad ke-9 masehi dengan kota yang memiliki ciri khas yang unik serta kaya akan potensi keindahan alam, pertanian dan pariwisatanya adalah Kota Batu. Ikon itu pula yang membedakan Kota Batu dengan kota lain di Indonesia. Eddy Rumpoko, seorang pengusaha yang ingin menciptakan sebuah brand image yakni Kota Batu sebagai Kota Wisata dengan melakukan berbagai macam upaya untuk mengembangkan Kota Batu menjadi kota tujuan utama wisatawan dengan sarana wisata yang menawan. Hal tersebut didukung oleh pedoman yang terangkum dalam Visi dan Misi pengembangan Kota Batu, yang kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana peran humas dalam mencitrakan Kota Batu sebagai Kota Wisata serta apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh humas pemerintah Kota Batu dalam pencitraan Kota Batu sebagai Kota Wisata. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran humas pemerintah Kota Batu dalam pencitraan Kota Batu sebagai Kota Wisata serta kendala-kendala yang dihadapi humas dalam program tersebut. Lokasi penelitian di wilayah Kota Batu. Informan terdiri dari Kepala Bagian Humas dan Protokol, Kepala Sub Bagian Humas, dan Sub Bagian Protokol karena pada ke-3 bagian tersebut yang terlibat secara aktif dalam program pencitraan Kota Batu sebagai Kota Wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif, yakni data yang hendak dikumpulkan berupa informasi dalam bentuk deskripsi (observasi, wawancara, dan dokumentasi). Sedangkan perspektif yang digunakan adalah data yang dikumpulkan diupayakan untuk dideskripsikan berdasarkan ungkapan, bahasa, cara berfikir, dan pandangan subjek penulis. Teknis analisis data yang digunakan adalah proses Induksi-Interprestasi-Konseptualisasi. Kemudian untuk mengetahui tingkat keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas pemerintah Kota Batu berperan dalam pencitraan Kota Batu sebagai Kota Wisata. Terdapat 4 peran humas yakni , expert prescriber, communication fasilitator, problem solving process, communication technician (Dozier&Broom, 1955). Akan tetapi, dalam prakteknya humas Pemerintah Kota Batu memiliki peran-peran sebagai berikut, sebagai teknisi hal ini nampak dengan adanya kegiatan humas bersama bagian protokol dalam menyiapkan pertemuan, mulai dari persiapan tempat hingga menyediakan sarana. Serta sebagai fasilitator, hal ini nampak dengan adanya menyampaikan kebijakan pemerintah, menginformasikan setiap kegiatan yang akan, sedang, dan telah dilaksanakan oleh humas Pemkot Batu dan memutuskan kapan berita dimuat di media yang satu dengan lainnya. Dan sebagai penasehat, hal ini nampak adanya humas memberikan saran mengenai baliho yang akan dipasang di jalan-jalan utama. Selain itu, sebelum proses finishing (naskah siap cetak) humas juga berkonsultasi dengan Walikota. Sehingga dapat disimpulkan dalam aktivitasnya, humas Pemkot Batu melaksanakan 3 peran yakni, communication technician, communication fasilitator, dan expert prescriber. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh humas pemerintah kota Batu adalah selain kurangnya sarana dan prasarana, kuranganya SDM serta kreativitas dari staff pemerintah kota Batu sendiri. Adapun saran bagi humas Pemkot Batu lebih memaksimalkan SDM serta diadakannya pendidikan dan pelatihan oleh organisasi upaya meningkatkan kinerja dan keterampilan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 02 May 2016 03:47
Last Modified: 02 May 2016 03:47
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28843

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo