UMM Institutional Repository

KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN WADUK LAHOR KABUPATEN MALANG

Suppriadi, (2012) KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN WADUK LAHOR KABUPATEN MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-suppriadi0-28459-2-babi.pdf

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-suppriadi0-28459-1-pendahul-n.pdf

Download (363kB) | Preview

Abstract

Waduk merupakan suatu perairan yang banyak dimanfaatkan oleh beberapa sektor seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan juga merupakan sumber air minum bagi masyarakat di kawasannya. Adanya berbagai aktivitas manusia di sekitar waduk tersebut, menyebabkan danau waduk mengalami perubahan ekologis, sehingga kondisinya sudah berbeda dangan kondisi alaminya, dan kelestariannya perlu diperhatikan. Perubahan kualitas air dan substrat hidupnya sangat mempengaruhi kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos. Kelipatan dan keanekaragaman ini sangat bergantung pada toleransi dan sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan. Kisaran toleransi dari makrozoobentos terhadap lingkungan berbeda-beda. Variabel utama dalam penelitian ini adalah jenis makrozoobentos dan jumlah individu setiap jenis yang ada di daerah pengamatan yang telah ditentukan. Sedangkan variabel pendukung meliputi keadaan abiotik perairan yaitu kedalaman air, suhu air, kecerahan, jenis substrat dasar, kandungan gas oksigen dan karbondioksida terlarut, pH, dan bahan organik pada substrat serta faktor biotik yang meliputi: jenis mikroorganisme yang terdapay di daerah penelitian. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik stasiun yang berbeda lokasi. Setiap stasiun terdiri dari empat plot dan pendataan dilakukan pada tiap plot. Analisis data dilakukan berdasarkan Brower (1990), yang meliputi nilai indeks diversitas, indeks equitabilitas, indeks similaritas dan indeks morisita. Penelitian pada lokasi waduk lahor kabupaten Malang menunjukkan species makrozoobentos yang ditemukan Polinices Simiae Deshayes dan Rissoina Cumingil Kiener semua dari golongan Gastropoda. Hal ini ditandai dari kerapatan populasi dari Gastropoda yang didapat dari perhitungan menurut Brower (1990). Kerapatan makrozoobentos paling tinggi berada pada stasiun 2 (daerah 2) berkisar 0,46 – 28, 52. hal ini dikarenakan lokasi stasiun 2 (daerah 2) yang terletak sedikit ke daerah tengah waduk. Hal ini memungkinkan makrozoobentos mempunyai daerah preferendum (lokasi yang paling sesuai untuk suatu organisme untuk bertahan hidup) pada daerah stasiun 2 (daerah 2). Terjadinya pengurangan jenis makrozoobentos yang ada, bisa diakibatkan karena berbagai ulah manusia yang kurang perduli terhadap keadaan ekosistem yang ada. Selain itu, makrozoobentos juga berperan dalam rantai makanan organism lain. Sehingga jika terjadi penurunan jenis organisme, bisa berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan organisme yang lainya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education (84205)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 02 May 2016 03:41
Last Modified: 02 May 2016 03:41
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28838

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo