UMM Institutional Repository

REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM IKLAN PARFUM PRIA Analisis Semiotik Terhadap Axe Versi Saus dan Axe Versi Perpustakaan

SANTOSO, ADHI (2011) REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM IKLAN PARFUM PRIA Analisis Semiotik Terhadap Axe Versi Saus dan Axe Versi Perpustakaan. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-adhisantos-23348-PENDAHUL-N.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-adhisantos-23348-BAB+I.pdf

Download (164kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasari atas maraknya iklan yang membuat perempuan menjadi obyek seks bagi laki-laki. Ini dikarenakan bentuk tubuh perempuan seolah olah dijadikan alat untuk meningkatkan daya beli konsumen. Meningkatnya terjangan budaya barat semakin membuat perempuan berada dalam genggaman pria. Dalam Iklan Axe Versi Saus dan Versi Perpustakaan terlihat sekali ketidaksetaraan gender antara kaum perempuan dan kaum pria. Iklan yang ditujukan untuk kaum pria akan tetapi mengumbar sensualitas perempuan. Hal ini yang kemudian akan membawa kaum perempuan menuju proses kapitalisme. Lahirnya media massa mengakibatkan semakin meningkatnya komersialisasi budaya dan hiburan telah menimbulkan berbagai permasalahan dan kepentingan, sehingga menganggap komersialisasi lebih penting dari kualitas dan tantangan intelektual. Ada beberapa teori yang disertakan dalam penelitian ini yang dijadikan panduan anlisis interpretatif. Di antaranya adalah teori ideologi kapitalisme, teori komodifikasi yang berhaluan postmodern, dan teori antara kapitalisme dan sensualitas. Sebagai komoditi, tubuh dalam wacana postmodern bersifat material, imanen, dan sekuler. Dengan posisi yang demikian maka tubuh dengan mudah menjadi tempat bagi dekonstruksi moral, sehingga menjadikan dunia komoditi postmodern sebagai dunia ketelanjangan, sebuah dunia tanpa rahasia, sebuah dunia tempat eksplorasi secara maksimal potensi komersial tubuh. Dalam Iklan perempuan dianggap sebagai objek sensualitas dan kapitalisme dimana perempuan dapat meningkatkan daya beli konsumen melalui eksploitasi tubuh mereka. Iklan membangun idiologi bahwa perempuan memiliki kedudukan di bawah pria Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis semiotik, dimana fokus penelitian menggunakan teori model Roland Barthes yang membuat sebuah model sistematis dalam menganalisis makna dari tanda-tanda. Fokus perhatian Barthes tertuju kepada gagasan tentang signifikasi dua tahap. Digunakannya semiotika Roland Barthes didasarkan pada beberapa pertimbangan. Barthes membagi dua sistem pemaknaan yaitu, denotasi dan konotasi. Dengan pembagian sistem dua tahap ini, yaitu tahap pertama yang disebut sistem primer (denotasi) dan tahap kedua Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sensualitas kaum perempuan dapat mengarah pada kapitalisme. Perempuan menjadi komoditas utama dalam iklan ini karena menampilkan keseksian dan kesensualan yang berujung pada objek seks. Perempuan menjadi kaum yang selalu inferior di hadapan kaum pria. Bermodalkan pakaian seksi dan gerakan sensual tubuh, maka perempuan sangat sukses dalam mengumbar tubuhnya menjadi alat untuk menjual produk iklan tersebut. Objek Sensualitas perempuan begitu dominan dalam menarik perhatian kaum pria. Perempuan merupakan salah satu mesin kapitalisme yang dapat mendorong meningkatnya konsumen sehingga meningkatkan daya jual produk. Realitas sosial yang terjadi masih menunjukkan adanya bias gender dalam kehidupan masyarakat kita. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dalam sebuah iklan hanya menjadi sebuah objek dari kapitalisme. Perempuan memiliki konstruksi sosial di bawah pria. Mereka hanya dijadikan alat sebagai penarik daya jual produk. Ada motif yang menunggangi perempuan dalam menyampaikan pesan. Benturan idealisme kebudayaan timur dan kapitalisme membuat sosok perempuan dikalahkan oleh kebutuhan yang bersifat modern. Kapitalisme mendorong perempuan meninggalkan sisi kesopanan dalam hal berpakaian. Citra perempuan dalam era modern adalah sebagai mesin pendorong kapitalisme. Demi meningkatkan daya jual sebuah produk, perempuan cenderung mengolah tubuh mereka demi tercapainya keberhasilan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 29 Apr 2016 03:01
Last Modified: 29 Apr 2016 03:01
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28654

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo