UMM Institutional Repository

KONSTRUKSI MEDIA DALAM PEMBERITAAN KASUS MAFIA PAJAK GAYUS TAMBUNAN (Analisis Wacana pada Harian Jawa Pos Periode April 2010)

Murniyati, (2011) KONSTRUKSI MEDIA DALAM PEMBERITAAN KASUS MAFIA PAJAK GAYUS TAMBUNAN (Analisis Wacana pada Harian Jawa Pos Periode April 2010). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-murniyati0-23501-PENDAHUL-N.pdf

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2011-murniyati0-23501-BAB+I.pdf

Download (96kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasari atas fenomena terbongkarnya kasus mafia pajak yang dilakukan oleh Gayus Halomoan Tambunan yang dituding telah melakukan kasus korupsi dan penggelapan dana pajak masyarakat. Atas terungkapnya kasus tersebut, Gayus Tambunan dijerat pasal berlapis atas kasus penggelapan pajak, pencucian uang dan korupsi. Vonis pemberitaan media (harian Jawa Pos) terhadap Gayus Tambunan sebagai tersangka sekaligus sebagai saksi kunci adanya makelar kasus (markus) menguak beberapa inisial aktor yang diduga memiliki andil dan berperan serta dalam kasus ini, baik yang berada di Ditjen Pajak maupun aparat penegak hukum. Kasus mafia pajak Gayus Tambunan sempat mendapat perhatian yang besar dari berbagai pihak, termasuk media massa khususnya Jawa Pos. Dalam pemberitaannya, Jawa Pos menyajikan wacana yang tidak hanya menginformasikan sesuatu akan tetapi ia juga memaknakan sesuatu lewat berita-berita yang ia suguhkan kepada masyarakat pembaca. Berdasarkan fenomena yang ada maka yang menjadi rumusan permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimanakah harian Jawa Pos dalam mengkonstruksi pemberitaan tentang kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konstruksi media dalam pemberitaan kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan. Media massa bukanlah sekedar saluran yang netral dan bebas nilai, namun media merupakan subjek yang mengkonstruksi realitas, lengkap dengan pandangan, bias, dan pemihakannya. Dalam hal ini, media massa memiliki kemampuan dan kebebasan tak terhingga untuk menghimpun dan menyortir fakta-fakta yang ada, kemudian mengkontsruk fakta-fakta tersebut kedalam pemberitaan yang siap untuk dikonsumsi masyarakat luas. Isi pemberitaan pun sarat akan adanya kepentingan-kepentingan dari masing-masing media yang bersangkutan. Kepentingan itu tidak lepas dari adanya kekuatan kekuasaan ekonomi politik media yang bersangkutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-interpretatif berdasarkan metode analisis wacana Theo Van Leeuwen. Analisis wacana digunakan untuk membongkar ideologi yang mempengaruhi realitas yang dianut oleh sebuah media, melihat lebih dalam makna-makna yang tersembunyi dalam sebuah wacana ataupun pemberitaan. Analisis wacana Theo Van leeuwen lebih melihat bagaimana pesan itu disampaikan sehingga realitas dibalik suatu teks ataupun pemberitaan dapat di ungkap. Hasil penelitian terhadap konstruksi media dalam pemberitaan kasus mafia pajak Gayus Tambunan oleh harian Jawa Pos menunjukkan bahwa berita yang disampaikan oleh harian Jawa Pos merupakan wujud dari adanya pengaruh ideologi humanis-pragmatis yang dikonstruksikan oleh Jawa Pos. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa konstruksi berita pada kasus mafia pajak Gayus Tambunan pada harian Jawa Pos lebih banyak menggunakan proses inclusion. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruhi kekuatan-kekuatan internal (idealis dan kedekatan) dan kekuatan eksternal (ekonomi dan politik) suatu media. Baik yang menyangkut kuasa media, kuasa kapital (pemilik modal), maupun kuasa politik. Kuasa media tercermin dari tingkat efektifitas media sebagai sarana dalam mencapai tujuan kekuasaan tertentu (menginformasikan sekaligus memaknakan sesuatu lewat berita-berita yang disuguhkan kepada masyarakat). Kuasa kapital tercermin oleh fakta riil bahwa media massa dewasa ini merupakan bentuk lain dari industri media itu sendiri. Industri media hampir-hampir tidak ada bedanya dengan industri hiburan atau semacamnnya. Sedangkan kuasa politik terkadang mengindikasikan adanya tekanan atau sebaliknya (kemitraan) dari pihak penguasa untuk membangun citra dan melanggengkan kekuasaan. Dalam ranah praksisnya, media akan selalu bersentuhan langsung dengan massa (masyarakat pembaca), oleh karena adanya massa sudah barang tentu akan selalu ada kepentingan yang menyertainya. Hendaknya Masyarakat khususnya mahasiswa lebih kritis dalam menerima informasi dari media massa, sebab berita adalah hasil konstruksi realitas yang dilakukan oleh media dengan dilatarbelakangi oleh pandangan, ideologi, nilai-nilai maupun tujuan tertentu. Dengan menyikapi berita lebih kritis, masyarakat khususnya mahasiswa tidak akan terjebak oleh politik pemaknaan yang dilakukan oleh media.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 29 Apr 2016 02:58
Last Modified: 29 Apr 2016 02:58
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28650

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo