UMM Institutional Repository

EFEKTIFITAS KEWAJIBAN NADZIR DAN PROBLEMATIKANYA DALAM PENGELOLAAN HARTA BENDA WAKAF ( Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan )

FAIZ, AHMAD HALIM (2013) EFEKTIFITAS KEWAJIBAN NADZIR DAN PROBLEMATIKANYA DALAM PENGELOLAAN HARTA BENDA WAKAF ( Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-ahmadhalim-33125-1-pendahul-n.pdf

Download (485kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-ahmadhalim-33125-2-babi.pdf

Download (329kB) | Preview

Abstract

Pembimbing I : Muhammad Syarif, M.Ag Pembimbing II : Muhammad Munir, MA Sebagai institusi keagamaan Islam, peran wakaf tidak kalah pentingnya dalam mengentaskan kemiskinan dan membangun ekonomi umat. Praktek perwakafan yang terjadi di Indonesia hampir semuanya dilaksanakan menurut agama Islam dan tradisi masyarakat masing-masing atau dengan kata lain belum menggunakan prosedur ataupun peraturan yang telah diatur oleh pemerintah yaitu dengan mensertifikatkan tanah wakaf tersebut. Dalam penelitian skripsi ini ada beberapa rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana efektifitas kewajiban nadzir dalam pengelolaan harta benda wakaf di KUA Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan? Faktor apa saja yang mempengaruhi efektifitas nadzir dalam pengelolaan harta benda wakaf di Kantor Urusan Agama kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan? Melihat hal itu, tentunya tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui bagaimana efektifitas kewajiban nadzir dalam pengelolaan harta benda wakaf di Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan, 2. Untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi efektifitas nadzir dalam pengelolaan harta benda wakaf di Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Ada pun hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa 1. prosedur perwakafan tanah di Kecamatan Pucuk masih mengikuti tradisi keagamaan yang kuat yang mana mereka lebih percaya kepada orang yang diberi amanah wakaf dari pada hukum formal yang ada, 2.Terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi tanah wakaf tersebut belum besertifikat di antaranya yang paling menonjol yaitu: minimnya pengetahuan dari pihak nadzir dan wakif terhadap berbagai peraturan menyangkut tata cara atau prosedur sertifikasi tanah wakaf, adanya anggapan sementara bahwa tanpa sertifikatpun, kedudukan tanah wakaf cukup kuat, atau kepastian hukumnya terjamin, kurang intensifnya sosialisasi oleh semua pihak, baik pemerintah (KUA dan perangkat Desa) serta tokoh Agama, prosedur pengeluaran sertifikat dari instansi yang terkait sangat lama dan berbelit-belit, mahalnya biaya sertifikasi, anggapan masyarakat bahwa dengan kepemilikan AIWsudah dianggap cukup dalam meminta bantuan proposal masjid, mushalla, madrasah atau lebaga lainnya kepada pemerintah, tanpa harus memiliki sertifikat tanah wakaf dari BPN.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) (74230)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 28 Apr 2016 09:28
Last Modified: 28 Apr 2016 09:28
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28603

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo