UMM Institutional Repository

WASIAT WAJIBAH BAGI AHLI WARIS BEDA AGAMA MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

APRIALISDI, (2014) WASIAT WAJIBAH BAGI AHLI WARIS BEDA AGAMA MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-aprialisdi-35568-1-pendahul-n.pdf

Download (421kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-aprialisdi-35568-2-babi.pdf

Download (455kB) | Preview

Abstract

Perbedaan agama dalam sebuah keluarga akan menimbulkan masalah jika ditinjau dari hukum waris. adapun masalah yang akan timbul yaitu terkait dengan permasalahan pembagian harta warisan yang muncul setelah salah satu meninggal dunia. Karena akan hilangnya hak atas waris masing-masing karena perbedaan agama. Kemudian muncul alternatif agar ahli waris yang terhalang karena perbedaan agama tersebut bisa menerima harta waris melalui jalan wasiat wajibah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah konsep dan dasar hukum wasiat wajibah bagi ahli waris beda agamamenurut perspektif Hukum Islam,serta bagaimanakah Hukum Positif mengatur tentang wasiat wajibah bagi ahli waris beda agama di Indonesia Penelitian in imenggunakan metode kepustakaan (library research), dengan pendekatan yuridis normatif. Jenis bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yakni bahan hukum yang memiliki kaitan langsung dengan penelitian yang dilakukan, bahan hukum sekunder yakni bahan hukum yang mendukung bahan hukum primer, dan bahan hukum tersier yakni bahan-bahan yang memberi petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.Teknik pengumpulan bahan hukum yakni menggunakan bahan hukum berupa literatur dari kepustakaan.Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini akan di analisis dengan menggunakan metode diskriptif kualitatif. Adapun hasil yang penulis peroleh, darikonsep dan dasar wasiat wajibah bagi ahli waris beda agama menurut hukum islam bersumber dari pemahaman pada surat Al-Baqarah ayat 180 tentang kewajiban berwasiat kepada orang tua dan karib kerabat, kemudian dijelaskan oleh Ibnu Katsir bahwa orang tua dan karib kerabat yang mendapat wasiat wajibahtersebut adalah mereka yang tidak memperoleh harta waris. dan hadits yang melarang ahli waris menerima wasiat, maka disimpulkan bahwa ahli waris beda agama berhak menerima wasiat wajibah dikarenakan mereka tidak memperoleh harta waris karena terhalang disebabkan perbedaan agama. Kemudian pengaturan wasiat wajibah bagi ahli waris beda agamaditinjau dari Hukum Positif di Indonesia jika mengacu kepada KHI maka tidak ditemukan tentang pengaturannya, adapun tentang pengaturan wasiat wajibah bagi ahli waris beda agama maka pengaturannya terdapat dalam yurispudensi putusan Mahkamah Agung nomor:51K/AG/1999.Yang menyebutkan bahwa ahli waris non muslim diberi harta waris melalui jalan wasiat wajibah. Kata Kunci :Wasiat Wajibah, Hukum Islam, HukumPositif.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) (74230)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 28 Apr 2016 09:25
Last Modified: 28 Apr 2016 09:25
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28602

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo