UMM Institutional Repository

REKAM MEDIS SEBAGAI PEMBUKTIAN PERKARA MALPRAKTEK DI BIDANG KEDOKTERAN

KHAERANI, EL WARDA (2014) REKAM MEDIS SEBAGAI PEMBUKTIAN PERKARA MALPRAKTEK DI BIDANG KEDOKTERAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-elwardakha-34516-2-babi.pdf

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-elwardakha-34516-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Untuk membuktikan adanya tindak pidana malpraktek diperlukan alat bukti. Rekam medis sebagai alat bukti pembuktian harus dapat menunjukkan adanya perkara malpraktek dibidang kedokteran. Rekam medis dianggap sebagai bukti terpenting karena menyangkut tentang informasi kesehatan dan tindakan medis yang dilakukan oleh dokter. Rekam medis sebagai pembuktian perkara malpraktek dianggap masih abstrak keberadaannya. Penelitian ini membahas tentang rekam medis sebagai pembuktian perkara malpraktek menurut medis dan hukum pidana, rekam medis sebagai pembuktian perkara malpraktek menurut perspektif hukum. Dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami rekam medis sebagai pembuktian perkara malpraktek menurut medis dan hukum pidana, rekam medis sebagai pembuktian perkara malpraktek menurut perspektif hukum yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang KUHAP, Permenkes Nomor 269/ Menkes/ Per/ III/ 2008 Tentang Rekam Medis, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis, kemudian dipaparkan secara deskriptif analisis. Hasil penelitian berupa rekam medis sebagai pembuktian perkara malpraktek dilihat dari segi medis dan segi hukum pidana. Bentuk standar pelayanan medis menjadi tolak ukuran mengakibatkan malpaktek dan Dibidang kedokteran rekam medis merupakan salah satu bukti tertulis yang berisikan proses pelayanan yang diberikan oleh dokter. Rekam medis dapat menunjukkan dan mengakibatkan malpraktek dilihat dari aspek medikolegal. Pada hukum pidana rekam medis dapat dijadikan sebagai bukti perkara malpraktek apabila dikaitkan dengan KUHAP rekam medis termasuk alat bukti surat. Dalam perspektif hukum belum ada yang menyebutkan aturan rekam medis sebagai pembuktian perkara malpraktek. Kesimpulannya, Rekam medis sebagai alat bukti dianggap penting bagi pasien untuk membuktikan perkara malpraktek dibidang kedokteran. Oleh karena itu, disarankan adanya aturan Undang-undang khusus yang menyebutkan tentang malpraktek dan rekam medis sebagai alat bukti agar bisa memiliki kekuatan hukum dalam pembuktian malpraktek.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 27 Apr 2016 03:04
Last Modified: 27 Apr 2016 03:04
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28251

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo