UMM Institutional Repository

ANALISIS WACANA PIDATO PRESIDEN SBY DALAM ACARA PELUNCURAN MASTERPLAN PERCEPATAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA 2011-2025

Soetadi, R. Dhaifan Surya Saputra (2012) ANALISIS WACANA PIDATO PRESIDEN SBY DALAM ACARA PELUNCURAN MASTERPLAN PERCEPATAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA 2011-2025. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rdhaifansu-29312-1-pendahul-n.pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rdhaifansu-29312-2-babi.pdf

Download (407kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasari atas fenomena social yang terjadi saat ini dimana makhluk social itu tidak lepas akan ketergantuan antar sesamanya, termasuk didalamnya pemimpin Negara kita yaitu presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai makhluk sosial, melihat banyaknya saat ini masalah yang dihadapi oleh SBY, maka peneliti tertarik untuk meneliti fenomena fenomena tersebut, terkait SBY sangat dikenal dalam teknik politik pencitraannya, identitas dan citra diri seseorang di mata orang lain pun dipengaruhi oleh cara berkomunikasinya. Baik dalam bentuk suatu wacana pidato, proses retorika ini seolah-olah memilik kekuatan tersendiri dalam mempengaruhi para pendengarnya. Retorika memiliki peranan yang cukup penting dalam dunia perpolitikan, karena retorika dapat sebagai senjata untuk memenuhi kepentingan individu maupun kelompok ataupun sebagai salah satu alat membangun citra diri yang baik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori retorika Aristoteles, Teori retorika berpusat pada pemikiran mengenai retorika, yang disebut Aristoteles sebagai alat persuasi yang tersedia. Maksudnya, seorang pembicara yang tertarik untuk membujuk khalayaknya harus mempertimbangkan tiga bukti retoris: logika (logos), emosi (pathos) dan etika/kredibilitas (ethos). Disamping itu seiring berjalannya waktu teori retorika ini mengalami perkambangan hingga menjadi teori retorika modern Cromwell, namun teori retorika Cromwell tidaklah lepas dari dasar teori retorika aristoteles, Cromwell tetap mengacu pada teori retorika aristoteles. Dalam mengajarkan teknik retorika, Cromwell mengatakan bahwa dalam melaksanakan retorika: Harus mengulang hal-hal yang penting, Harus menyesuaiakn din dengan sikap lawan, Bila perlu tidak menyinggung persoalan, Harus membiarkan orang-orang menarik kesimpulan sendiri, Harus menunggu reaksi. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana dengan pendekatan kualitatif interpretatif untuk memahami pencitraan yang dilakukan SBY dalam pidatonya. Analisis yang digunakan adalah analisis milik Teun A. Van Dijk dimana ada tiga struktur/tingkatan yang terdiri dari struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Wacana oleh Van Dijk di gambar mempunyai tiga dimensi : teks, kognisis sosial, dan konteks sosial. Inti analisis Van Dijk adalah menggabungkan tiga dimensi wacana tersebut ke dalam suatu kesatuan analisis. Dalam dimensi teks yang diteliti adalah bagaimana struktur teks dan strategi wacana yang dipakai untuk menegaskan suatu tema tertentu. Pada level kognisi sosial dipelajari proses produksi teks yang melibatkan kognisi individu. Sedangkan aspek kognisi sosial mempelajari bangunan wacana yang berkembang dalam masyarakat akan suatu masalah. Pidato SBY pada peluncuran program MP3EI ini tidak lebih dari sekedar pencitraan dirinya yang sedang dalam krisis kepercayaan oleh masyarakat indonesia. Dapat disimpulkan bahwa pidato ini digunakan SBY sebagai sarana pencitraan dirinya. Dimana SBY mengesankan bahwa program MP3EI ini seolah-olah adalah program yang memang dibutuhkan oleh indonesia, pencitraan yang ingin dibangun oleh SBY adalah bahwa dirinya mengetahui betul yang diperlukan oleh Negara indonesia dan SBY mencoba untuk menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang berkompeten, namun melihat pada teks pidato MP3EI, SBY sungguh berhati-hati dalam setiap teks yang akan disampaikannya terlihat pada teks pidato SBY disebutkan berbagai kendala yang memungkinkan MP3EI ini tidak berjalan mulus, tersirat sangat hati-hati dan penuh dengan pertimbangan. Selain itu pada keseluruhan pidato, SBY mencitrakan dirinya sebagai pemimpin yang demokratis, dan mendahulukan kesejahtraan rakyat serta bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan negara. Hal ini tercermin pada aspek kognisi sosial yang mencerminkan SBY penuh pertimbangan dan hati-hati dalam mengambil suatu tindakan terlebih SBY yang notabene merupakan keturunan orang jawa yang penuh dengan tepo seliro dan unggah ungguh.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 27 Apr 2016 02:35
Last Modified: 27 Apr 2016 02:35
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/28235

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo