UMM Institutional Repository

PROFIL ASUHAN KEFARMASIAN PADA SWAMEDIKASI ORAL KONTRASEPSI DI APOTEK DENGAN METODE “SIMULATED PATIENT” (Studi di apotek wilayah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang)

SUSANTO, NOOR ANNISA (2013) PROFIL ASUHAN KEFARMASIAN PADA SWAMEDIKASI ORAL KONTRASEPSI DI APOTEK DENGAN METODE “SIMULATED PATIENT” (Studi di apotek wilayah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-noorannisa-33683-1-pendahul-n.pdf

Download (487kB) | Preview

Abstract

Pola penggunaan kontrasepsi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh kontrasepsi hormonal yang bersifat jangka pendek dan untuk kontrasepsi hormonal dengan metode pil menempati urutan kedua terbanyak. Adapun pil kontrasepsi atau dikenal juga dengan oral kontrasepsi merupakan salah satu obat yang termasuk dalam Obat Wajib Apotek (OWA), sehingga pasien dapat memperoleh dan menggunakan oral kontrasepsi melalui swamedikasi di apotek (Witjaksono,2012) Keberhasilan swamedikasi oral kontrasepsi di apotek didukung adanya peran serta dan tanggung jawab dari farmasis. Pelayanan kefarmasian saat ini telah bergeser orientasinya, yang semula berorientasi produk kini bergeser berorientasi pasien yang mengacu pada Pharmaceutical care. Pharmaceutical care (asuhan kefarmasian ) adalah bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung dari profesi farmasis dalam pekerjaan kefarmasian untuk meningkatkan kualitas hidup pasien (Depkes,2006). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dan memberikan gambaran tentang Profil Asuhan Kefarmasian pada Swamedikasi Oral Kontrasepsi di Apotek di Wilayah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian survei yang diarahkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu keadaan di dalam suatu komunitas atau masyarakat. Penelitian ini sendiri dirancang dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko terhadap efek melalui observasi dan pengumpulan data sekaligus pada satu waktu. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode “Simulated Patient”. Menurut Wallace 2002 metode “Simulated Patient” yaitu peneliti berperan sebagai aktor profesional yang memainkan peran sebagai pasien. Analisa data dilakukan dengan mengolah data ke dalam bentuk deskriptif yang berupa persentase (%) yaitu latar belakang petugas apotek yang melakukan tindakan pelayanan kefarmasian dan pada setiap variabel yang diukur yaitu tahap patient assessment meliputi menanyakan keluhan yang dialami, menanyakan lama keluhan yang dialami, dan menanyakan tindakan yang sudah dilakukan untuk mengatasi keluhan. Kedua yaitu tahap pengembangan rencana asuhan kefarmasian terapi obat meliputi menjelaskan indikasi, kontraindikasi, cara pemakaian, dosis, waktu pemapaian, lama pemakaian, efek samping, terapi tambahan untuk efek samping ringan, jika lupa minum oral kontrasepsi, cara penyimpanan, cara perlakuan sisa obat, dan identifikasi obat yang rusak. Ketiga yaitu tahap pengembangan rencana asuhan kefarmasian terapi non obat meliputi menyarankan tidak bersenggama, kontrasepsi tambahan, rujukan ke dokter/bidan, berolahraga, cukup istirahat dan makan makanan bergizi. Dari hasil penelitian latar belakang petugas apotek yang melakukan tindakan pelayanan kefarmasian yang paling banyak adalah asisten apoteker sebanyak 64% diikuti oleh lain-lain sebanyak 22% dan apoteker 14%. Untuk tahap patient assessment dilakukan oleh petugas apotek setelah diajukan pertanyaan yang mengarahkan khususnya pada variabel menanyakan keluhan yang dialami selama menggunakan oral kontrasepsi yaitu sebanyak 72 %. Pada tahap rencana pengembangan asuhan kefarmasian tentang terapi obat dijelaskan oleh petugas apotek setelah diajukan pertanyaan yang mengarahkan. Pada variabel cara pemakaian sebanyak 64%, dosis sebanyak 23%, waktu pemakaian sebanyak 55%, efek samping sebanyak 55%, terapi tambahan untuk efek samping ringan sebanyak 45% dan jika lupa minum oral kontrasepsi sebanyak 40%. Pada tahap rencana pengembangan asuhan kefarmasian terapi non obat yang terdiri dari 6 variabel hanya 1 variabel yang diajukan pertanyaan yang mengarahkan yaitu variabel menyarankan tidak bersenggama. Sedangkan 5 variabel lainnya yaitu, kontrasepsi tambahan, rujukan ke dokter/bidan, berolahraga, cukup istirahat dan makan makanan bergizi tidak diajukan pertanyaan yang mengarahkan meski tidak disarankan oleh petugas apotek. Dari hasil penelitian sebagian besar tidak dilakukan oleh petugas apotek hanya pada variabel rujukan ke dokter/bidan disarankan oleh petugas apotek sebanyak 36%. Dari tiga tahap variabel asuhan kefarmasian yaitu patient assessment, rencana pengembangan asuhan kefarmasian terapi obat dan rencana pengembangan asuhan kefarmasian terapi non obat dapat dikatakan petugas apotek akan melakukan tahap-tahap asuhan kefarmasian tersebut setelah diajukan pertanyaan yang mengarahkan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Health Science > Department of Pharmacy (48201)
Depositing User: Mr Moch. sholeh
Date Deposited: 23 Apr 2016 04:35
Last Modified: 23 Apr 2016 04:35
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27918

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo