UMM Institutional Repository

PERAN INDONESIA SEBAGAI KETUA ASEAN DALAM MENGELOLA KONFLIK PERBATASAN KAMBOJA –THAILAND TERKAIT WILAYAH SEKITAR KUIL PREAH VIHEAR TAHUN 2011

AQIL, ACHMAD (2013) PERAN INDONESIA SEBAGAI KETUA ASEAN DALAM MENGELOLA KONFLIK PERBATASAN KAMBOJA –THAILAND TERKAIT WILAYAH SEKITAR KUIL PREAH VIHEAR TAHUN 2011. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-achmadaqil-32160-1-pendahul-n.pdf

Download (474kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-achmadaqil-32160-2-bab1.pdf

Download (394kB) | Preview

Abstract

Pembimbing I: Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.SC, Pembimbing II: Dra. Tutik Sulistyowati, M.Si. Klaim kepemilikan wilayah sekitar kuil Preah Vihear antara Kamboja-Thailand merupakan perbedaan penafsiran atas keputusan Mahkamah Internasional tentang kepemilikan Kuil Preah Vihear yang telah diputuskan menjadi miik Kamboja. Perbedaan penafsiran tersebut membuat Kamboja-Thailand mengalami situasi konflik yang pasang surut meskipun perundingan secara bilateral sudah ditempuh. Melihat konflik perbatasan Kamboja-Thailand yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama, Indonesia yang terpilih sebagai ketua ASEAN melibatkan diri untuk berperan menjadi mediator dalam mengelola konflik perbatasan Kamboja-Thailand. Peran Indonesia mengelola konflik perbatasan Kamboja-Thailand dilakukan dengan tujuan agar stabilitas hubungan negara anggota ASEAN tetap terjaga. Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian ini berupaya memberi gambaran mengenai fenomena-fenomena konflik perbatasan Kamboja-Thailand. Yang berkaitan dengan bagaimana peran Indonesia dalam mengelola konflik perbatasan Kamboja-Thailand. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Indonesia ditingkat ASEAN dalam mengelola konflik perbatasan Kamboja-Thailand terkait wilayah sekitar Kuil Preah Vihear. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa peran Indonesia sebagai mediator dalam mengelola konflik perbatasan Kamboja-Thailand adalah untuk mewujudkan tujuan didirikannya ASEAN yang dimana telah disepakati oleh negara anggota ASEAN untuk menciptakan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Peran Indonesia mempertemukan, memfasilitasi, dan memberikan rekomendasi kepada Kamboja-Thailand guna mencari solusi agar Kamboja-Thailand mau sama-sama mengutamakan jalan damai. Pada awalnya peran Indonesia sebagai mediator diterima oleh Kamboja-Thailand. Kemudian pada upaya mempertemukan Kamboja-Thailand berikutnya ditolak oleh Thailand karena Thailand memandang bahwa Indonesia belum bisa membujuk Kamboja menarik pasukannya di perbatasan. Upaya Indonesia dalam mempertemukan Kamboja-Thailand berikutnya dilakukan pada sela-sela KTT ASEAN ke 18 yang kemudian pasca upaya mempertemukan Kamboja-Thailand yang dilakukan Indonesia pada KTT ASEAN ke 18 menghasilkan kesepakatan dalam pertemuan bilateral antara Kamboja-Thailand. Dalam hal ini, Konflik perbatasan Kamboja-Thailand akan berakhir atau justru akan berlanjut tergantung dari Kamboja-Thailand. Peran Indonesia menjadi mediator sesuai dengan prosedur ASEAN yang mana kewenangan ASEAN hanya dapat melakukan upaya-upaya mengatasi konflik melalui perundingan dan tidak dapat menjadi hakim yang mempunyai hak untuk memutuskan perkara.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of International Relations (64201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 22 Apr 2016 12:29
Last Modified: 22 Apr 2016 12:29
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27852

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo