UMM Institutional Repository

Pengaruh Aktor Kim Jong Il Terhadap Terhambatnya Perdamaian Korea Utara - Selatan

SURACHMANINGTYAS, RATRI (2013) Pengaruh Aktor Kim Jong Il Terhadap Terhambatnya Perdamaian Korea Utara - Selatan. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-ratrisurac-32161-1-pendahul-n.pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-ratrisurac-32161-2-babi.pdf

Download (190kB) | Preview

Abstract

Dosen Pembimbing : I. Tonny Dian Effendi, S.sos., M.si dan Dosen Pembimbing II. Nurudin, M.Si. Perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan yang dimulai dari 1950 hingga sekarang belum usai. Banyak upaya reunifikasi yang dilakukan untuk mendamaikan semenanjung Korea demi keamanan kawasan dan juga internasional. Namun upaya-upaya tersebut menemui kegagalan akibat dari arogansi Korea Utara yang kerap membatalkan perjanjian perdamaian secara sepihak. Perbedaan ideologi antara dua negara tersebut yang saling bertolak belakang dan dipegang teguh oleh masing-masing pemimpin negara membuat perjanjian perdamaian yang diupayakan dengan susah payah tidak dapat terlaksana sesuai dengan tujuan dan berhasil menciptakan perdamaian. Provokasi militer yang kerap dilancarkan Kim Jong Il untuk mengguncang keamanan semenanjung Korea dianggap sebagai penghambat yang berperan penting dan aktif dalam upaya perdamaian. Oleh karena itu, penulis menggunakan teori psikoanalisis untuk menganalisa latar belakang Kim Jong Il yang membentuk kepribadiannya dan mempengaruhi kehidupan dewasanya sebagai pemimpin Korea Utara yang kerap melakukan tindakan kontroversial dan tidak bersahabat dengan dunia internasional. Selain itu, penulis juga menggunakan konsep kepribadian otoriter untuk mendapatkan penjelasan mengenai keteguhan Kim Jong Il dalam menjalankan pemerintahan sesuai dengan ajaran dan paham ayahanya, Kim Il Sung. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa upaya reunifikasi yang kerap gagal banyak mendapat hambatan dari pemerintah Korea Utara dimana Kim Jong Il merupakan penguasa tunggal yang memiliki wewenang penuh atas setiap kebijakan. Kegagalan reunifikasi kerap diawali dengan tidak dilaksanakannya poin-poin kesepakatan yang telah dibuat antara kedua Negara oleh Korea Utara. Ikut campurnya pihak luar dalam perundingan terutama Amerika Serikat menjadi poin utama gagalnya reunifikasi. Hal ini dikarenakan keteguhan Kim Jong Il mempertahankan ideologi yang diajarkan padanya dari kecil dan kebencian terhadap imperialisme Amerika Serikat terhadap Negara komunis yang kerap mengancam keberlangsungan Negara Korea Utara yang akan berdampak pada hilangnya kekuasaan. Selain itu, trauma masa kecil Kim Jong Il saat kematian mendadak ibunya dan kehadiran ibu tiri yang takut akan ehilangan kekuasaan berdampak pada kebijakannya. Kim Jong Il tidak menginginkan adanya campur tangan asing dalam proses perundingan reunifikasi. Sedangkan pihak selatan tidak bisa lepas dari control Amerika Serikat dalam kebijakan luar negerinya. Hingga pada akhirnya, perdamaian Korea Utara-Selatan tidak terwujud hingga kematian Kim Jong Il.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of International Relations (64201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 22 Apr 2016 12:27
Last Modified: 22 Apr 2016 12:27
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27851

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo