UMM Institutional Repository

PERILAKU KOMUNIKASI GURU DALAM MELATIH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANAK TUNARUNGU WICARA (Studi pada TK & SD Luar Biasa Bhakti Luhur Malang)

Kusumadewi, Ferdiana (2012) PERILAKU KOMUNIKASI GURU DALAM MELATIH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANAK TUNARUNGU WICARA (Studi pada TK & SD Luar Biasa Bhakti Luhur Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-ferdianaku-30174-1-pendahul-n.pdf

Download (510kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-ferdianaku-30174-2-babi.pdf

Download (187kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini didasari atas kebutuhan setiap manusia untuk berkomunikasi yang tidak dapat ditawar lagi. Seperti yang diungkapkan oleh Abraham Maslow mengenai kebutuhan dasar manusia secara tidak langsung dikemukakan pula peran dan arti komunikasi dalam kehidupan manusia. Dimana pemenuhan dasar manusia baru bisa terpenuhi karena adanya proses komunikasi. Proses komunikasi baru akan terjalin efektif jika manusia memiliki kemampuan berbahasa, berbicara, dan kemampuan mendengar yang baik. Kepincangan salah satu diantaranya akan berakibat pada terganggunya kemampuan dalam berkomunikasi. Hambatan dalam berkomunikasi itulah yang dialami oleh anak tunarungu wicara. Sehingga untuk mengatasi hambatan tersebut dibutuhkan penangangan serta tindakan khusus. Guru perlu melakukan serangkaian tindakan dan penyesuaian perilaku komunikasi dalam upayanya melatih kemampuan berkomunikasi anak. Maka rumusan masalah dan tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku komunikasi yang dilakukan guru TK dan SD Luar Biasa golongan B (tunarungu) Bhakti Luhur Malang dalam melatih kemampuan berkomunikasi pada anak tunarungu wicara. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Akomodasi Komunikasi milik Howard Giles. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menekankan pada teknik wawancara semi terstruktur, observasi jenis Anecdotal record, dan dokumentasi. Berdasarkan teknik purposive sampling dengan memperhatikan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya maka didapat 5 subyek penelitian, yaitu 1 guru TKLB dan 4 guru SDLB. Data hasil wawancara dan observasi kemudian diproses menggunakan teknis analisis data model interaktif milik Miles & Huberman dengan uji keabsahan data yang menggunakan triangulasi sumber dan metode. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa perilaku komunikasi guru dapat dilihat dari kebiasaannya dalam berkomunikasi dengan anak tunarungu wicara. Kebiasaan itu terlihat jelas saat guru berkomunikasi dengan anak menggunakan bahasa oral dan disertai bahasa isyarat. Penyesuaian perilaku komunikasi yang dilakukan guru yang meliputi, gerak bibir harus jelas, pelan dan dan komunikasi harus face to face ini dilakukan agar mempermudah pemahaman anak dalam menerima pesan yang diberikan oleh guru. Bentuk lain dari perilaku komunikasi guru adalah berupa tindakan. Untuk melatih kemampuan berkomunikasi anak, guru melakukan serangkaian tindakan khusus yaitu, pemberian pelayanan pendidikan individual, tindakan deteksi kemampuan anak yang bertujuan untuk mengetahui tingkat ketulian dan kecerdasan anak, dari hasil deteksi tersebut guru akan mengembangkan kemampuan berbicara pada anak dengan menggunakan pendekatan metode multisensori. Kemudian, guru akan mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan menerapkan metode multipleks dan pemberian program khusus berupa SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan BPBI (Bina Persepsi Bunyi dan Irama) untuk melatih kemampuan berisyarat dan kepekaan sisa pendengaran yang dimiliki oleh anak. Dari sini dapat disimpulkan bahwa untuk melatih kemampuan berkomunikasi anak tunarungu wicara, baik kemampuan dalam berbahasa, berbicara dan berisyarat guru melakukan serangkaian tindakan khusus dan penyesuaian perilaku komunikasi pada saat berinteraksi dengan anak. Dari serangkaian tindakan yang sudah dilakukan guru maka didapat anak tunarungu wicara sudah bisa memproduksi suara dan berbicara dengan baik, meskipun masih ada beberapa anak yang artikulasinya masih belum jelas ketika berbicara, kaya akan perbendaharaan kata dan konsep bahasa dan mampu mengisyaratkan beberapa bunyi bahasa dengan benar sesuai Kamus Besar Bahasa Isyarat. Hal ini jelas membuktikan bahwa perilaku komunikasi yang dilakukan guru berjalan dengan efektif. Rekomendasi yang disarankan terhadap penelitian selanjutnya adalah pembentukan model strategi komunikasi yang dilakukan oleh guru dalam melatih kemampuan berkomunikasi anak tunarungu, sehingga dari model tersebut dapat dilakukan uji model dan implementasinya dalam hubungan antarpribadi guru dan murid tunarungu.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 22 Apr 2016 03:07
Last Modified: 22 Apr 2016 03:07
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27701

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo