UMM Institutional Repository

MODEL KOMUNIKASI KESEHATAN KADER DESA DALAM SOSIALISASI KELUARGA BERENCANA PADA MASYARAKAT (Studi pada Kader di Desa Tumpang, Kabupaten Malang)

Sartika, Fifi (2012) MODEL KOMUNIKASI KESEHATAN KADER DESA DALAM SOSIALISASI KELUARGA BERENCANA PADA MASYARAKAT (Studi pada Kader di Desa Tumpang, Kabupaten Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-fifisartik-29112-1-pendahul-n.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-fifisartik-29112-2-babi.pdf

Download (47kB) | Preview

Abstract

Sosialisasi KB (Keluarga Berencana) merupakan salah satu program penting dalam pembangunan bidang kependudukan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pembangunan bidang ini memiliki tujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah mencegah munculnya keluarga besar dengan jumlah anak yang banyak. Sedangkan di Desa Tumpang yang menjadi tempat penelitian, tingkat kelahiran termasuk sangat tinggi, dalam tempo hampir tiga bulan (Januari-Maret) saja, telah lahir 401 anak. Pada kenyataannya, kemampuan pemerintah dalam mensosialisasikannya tidak menyentuh hingga masyarakat lini bawah atau daerah pedesaan, sedangkan masyarakat sangat membutuhkan informasi yang jelas tentang KB. Oleh karena itu dihadirkanlah kader desa untuk melakukan komunikasi kesehatan pada warga-warga disekitarnya. Kehadiran kader seharusnya mampu berpengaruh pada penurunan angka kelahiran, namun tidak dengan di Desa Tumpang. Jumlah kader di desa ini cukup banyak, yaitu 356 orang, tetapi belum dapat memberikan kontribusi pada penurunan angka kelahiran, salah satunya melalui sosialisasi KB. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mempelajari dan meneliti bagaimana model komunikasi kesehatan yang dilakukan kader pada masyarakat selama ini dalam proses sosialisasi KB. Selain meneliti tentang model komunikasi kesehatan, peneliti juga ingin mengetahui kelemahan dan kelebihan komunikasi kesehatan yang muncul setelah penelitian ini dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbang pemikiran tentang model komunikasi pembangunan pada umumnya dan komunikasi kesehatan khususnya, dalam hal ini sosialisasi program keluarga berencana di pedesaan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Desa Tumpang Kabupaten Malang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualititatif dengan tipe penelitian deskriptif. Sedangkan informasi dan data yang digunakan telah dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kader desa yang aktif dalam sosialsasi KB dijadikan sebagai sampel penelitian, dimana pengambilannya menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini dilakukan melalui penentuan karakteristik kader meliputi keaktifan dalam melakukan sosialisasi KB, keikutsertaan pada kegiatan-kegiatan kader, serta pengalaman yang lebih dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Dari data yang diperoleh di lapangan, peneliti mengambil kesimpulan bahwa model komunikasi yang mencerminkan proses sosialisasi KB oleh kader adalah model interaksi Wilbur Schramm yang terjadi secara tatap muka. Kader memiliki banyak persamaan dengan masyarakat baik bidang budaya, bahasa dan kelas sosial, sehingga mampu menjalin komunikasi yang lebih efektif, dan ini termasuk kelebihan yang model komunikasi kesehatan berbasis budaya. Selain itu, tingginya tingkat kelahiran di Desa Tumpang ternyata bukan semata-mata karena kurangnya kinerja kader atau kurangnya kesadaran masyarakat untuk ber-KB, melainkan karena banyaknya remaja usia dini (dibawah 20tahun) yang menikah dan langsung ingin memiliki anak, dan lebih lagi ini terjadi karena keterbatasan ekonomi untuk bisa menyekolahkan anak-anak hingga tingkat yang lebih tinggi, dan ini termasuk kelemahan komunikasi yang terjadi karena pengaruh mitos dan budaya tradisional. Dari fakta tersebut dapat direkomendasikan: 1. Meningkatkan reward bagi para kader agar lebih bersemangat dalam bekerja; 2. Perlu pembekalan lebih bagi kader tentang kesehatan reproduksi dan pernikahan usia dini agar dapat disampaikan pada masyarakat; 3. Mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menempuh pendidikan tinggi dan menghindari pergaulan bebas; 4. Petugas kesehatan resmi seperti dokter dan bidan untuk sering terjun bersama kader untuk menjelaskan salah persepsi masyarakat tentang alat-alat KB.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 21 Apr 2016 02:49
Last Modified: 21 Apr 2016 02:49
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27584

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo