UMM Institutional Repository

PENERAPAN KOMUNIKASI DAKWAH KULTURAL MUHAMMADIYAH Studi pada Corps Mubaligh Muhammadiyah Malang

M U S T I A W A N, (2012) PENERAPAN KOMUNIKASI DAKWAH KULTURAL MUHAMMADIYAH Studi pada Corps Mubaligh Muhammadiyah Malang. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-mustiawann-29175-1-pendahul-n.pdf

Download (294kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-mustiawann-29175-2-babi.pdf

Download (501kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dan anggapan yang berkembang dimasyarakat bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang tidak ramah terhadap budaya karena dakwah yang dilakukan Muhammadiyah terkesan elitis sehingga kurang mampu menyentuh ruang-ruang multikultural rakyat yang unik dan beragam dan secara sadar telah menciptakan oposisi biner dalam melakukan gerakan dakwah antara kaum modernis dan tradisionalis, santri dan abangan, religious dan sekuler dan sebagainya. Menjawab fenomena dan anggapan tersebut Muhammadiyah menggagas dan mengembangkan dakwah kultural yang disepakati pada Muktamar 43 di Aceh. Pada sidang Tanwir Muhammadiyah di Denpasar, Bali Januari 2002 gagasan dakwah kultural dikonkretkan sebagai bentuk kesadaran Muhammadiyah terhadap sisi kultural. Dari fenomena tersebut penelitian ini tertarik untuk menganalisis bagaimana penerapan komunikasi dakwah kultural Muhammadiyah yang dilakukan oleh Corps Mubaligh Muhammadiyah Malang (CMM). Sehingga dapat diketahui bagaimana penerapan komunikasi dakwah kultural Muhammadiyah di Malang oleh CMM. Komunikasi dakwah adalah proses penyampain informasi atau pesan dari seseorang atau sekelompok (dai/mubaligh) orang kepada seseorang atau sekelompok orang lain (mad’u) yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunah, dengan menggunakan lambang-lambang baik secara verbal maupun nonverbal dengan tujuan untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku orang lain yang lebih baik sesuai ajaran Islam, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media. Sedangkan dakwah kultural merupakan upaya untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam seluruh dimensi kehidupan dengan memperhatikan potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara luas, dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar benarnya. Jadi Komunikasi dakwah kultural adalah penyampain informasi atau pesan dakwah dari mubaligh kepada mad’u dengan menitik bertakan pada kebutuhan dan karakteristik masyarakat (mad’u) setempat melalui paket dakwah dan pendekatan-pendekatan yang telah menjadi bagian dari masyarakat tersebut. Melalui strategi penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi, maka data yang diperoleh dapat dianalisis dengan prinsip kualitatif yaitu induksi, intrerpretasi dan konseptualisasi. Dalam hal ini penelitian menggambarkan penerapan komunikasi dakwah kultural Muhammadiyah yang dilakukan oleh CMM di Malang. Berlandaskan dengan konsep dakwah kultural Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka penyajian data dapat dianalisis bagaimana penerapan dakwah kultural Muhammadiyah di Malang. Sehingga dapat dilihat faktor-faktor yang mendasari penerapan dakwah kultural Muhammadiyah. Dari hasil penelitian ini ditemukan beberapa karakteristik masrayakat Malang sebagai dasar dan indikator penerapan komunikasi dakwah kultural Muhammadiyah oleh CMM, antara lain Strartifikasi masyarakat kota malang, pesan dakwah kultural, strategi dakwah kultural, sifat dakwah kultural, dan paket-paket dakwah kultural. Dari analisa data yang telah didapatkan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan komunikasi dakwah kultural Muhammadiyah pertama, stratifikasi masyarakat Malang ditinjau dari pendekatan bahasa terbagi menjadi tiga yaitu kelompok ilmiah dalam hal ini sifatnya intektual yang menggunakan bahasa ilmiah, kelompok alamiah adalah kelompok yang kurang mendapatkan dan mengunakan bahasa alamiah (bahasa daerah). Kelompok hetero adalah bergabungnya kelompok ilmiah dan alamiah dalam satu tempat dan waktu pengalaman pendidikan yang bersifat heterogen dan bahasa yang digunakan adalah menggabung dua bahasa dari kelompok tersebut dengan tingkat yang standar. Kedua, Berkaitan dengan penyusunan pesan dakwah kultural yang didasari oleh dua faktor yaitu faktual (kondisi masyarakat) dan aktual (kebutuhan masyarakat). Ketiga¸ strategi yang dilakukan CMM dalam proses dakwah kultural yaitu secara formal yaitu dengan ceramah/khutba dengan membawa identitas CMM dan secara informal yaitu dengan cara berbincang-bincang santai, diskusi dengan tidak membawa identitas CMM. Keempat adalah sifat dakwah kultural dimana dakwah kultural harus menggembirakan, terbuka, lembut, menyejukan dan menenangkan tanpa adanya unsur pemaksaan dan sarkasme. Kelima, paket-paket dakwah yang digunakan dalam dakwah kultural antara lain paket eksklusif misalnya partai politik dan paket inklusif misalnya tulisan, event, dan media elektronik. Dari hasil penelitian ini rekomendasi yang diberikan oleh peneliti dari segi akademis peniliti berharap penilitian ini dapat dijadikan rujukan penelitian selanjutnya dan bahan perkuliahan Komunikasi dakwah. Sedangkan dari segi praktisi untuk, mubaligh (CMM) harus mampu berdakwah disemua kelompok, pemilihan bahasa dan penggunaan kata disusuaikan dengan masyarakat setempat, dan kemasan dan suguhan dakwah diharapkan lebih inovatif dan kreatif.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 20 Apr 2016 06:32
Last Modified: 20 Apr 2016 06:32
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27520

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo