UMM Institutional Repository

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA MASYARAKAT PENDATANG DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI LAMONGAN (Studi pada Masyarakat Sedayulawas, Kec Brondong, Kab Lamongan)

SUSANTO, MEY CANDRA (2012) KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA MASYARAKAT PENDATANG DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI LAMONGAN (Studi pada Masyarakat Sedayulawas, Kec Brondong, Kab Lamongan). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-meycandras-29177-1-pendahul-n.pdf

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-meycandras-29177-2-babi.pdf

Download (93kB) | Preview

Abstract

Dalam kehidupan bersama yang menghuni suatu wilayah dalam hal ini Desa Sedayulawas, antara migrasi dengan masyarakat setempat terkadang muncul ketidak selarasan, kesalahpahaman, atau ketidakkompakan. Dalam kehidupan, hal ini adalah sesuatu yang wajar, dan biasa terjadi dalam kehidupan. Sebuah percampuran yang terjadi pada dua kebudayaan yang berbeda seperti yang terjadi pada masyarakat di Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan merupakan sebuah permasalahan yang dapat menciptakan adanya perubahan kebudayaan yang sudah ada turun temurun semenjak dahulu tercampur oleh kebudayaan yang dibawa oleh para kaum pendatang yang menetap disana. Intensitas interaksi keseharian begitu rapat sehingga menunjang terjadinya percampuran kebudayaan yang tidak dapat terbendung lagi. Bagi peneliti sebuah komunikasi dalam proses akulturasi budaya sangatlah menjadi perhatian yang penting. Karena disana terdapat berbagai ragam interaksi yang terjadi dan memungkinkan dapat terciptanya sebuah integrasi nasional. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana proses komunikasi antar budaya masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal di Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan? Pendekatan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori anxiety/ uncertainty management theory (teori pengelolaan kecemasan/ ketidakpastian), dimana kecemasan dan ketidak pastian adalah dasar penyebab dari kegagalan komunikasi pada situasi antar kelompok. Terdapat dua penyebab dari mis-interpretasi yang berhubungan erat, kemudian melihat itu sebagai perbedaan pada ketidakpastian yang bersifat kognitif dan kecemasan yang bersifat afeksi- suatu emosi. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan adanya penelitian tersebut dapat memberikan pemahaman dan pengertian secara mendalam terhadap objek peneliti, dari pelaksanaanya peneliti berhasil mengumpulkan data serta informasi yang akurat dari informan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain yaitu analisis yang biasanya dilakukan untuk memperoleh gambaran/ pengertian yang bersifat umum dan relatif menyeluruh tantang apa yang tercakup di suatu fokus/ pokok permasalahan yang tengah diteliti. Hasil penelitian mengenai komunikasi antar budaya masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal di Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan adalah: 1). Bahwa masyarakat pendatang cenderung menyesuaikan budaya agar dapat diterima didalam masyarakat. Dalam berkomunikasi warga lokal sangat terbuka dengan para pendatang. Namun terkadang dalam berkomunikasi para pendatang yang kurang paham budaya setempat seperti para pendatang yang berasal dari luar pulau biasanya dari Kalimantan, bawean, dan daerah-daerah yang kulturnya berbeda dengan masyarakat pesisir di Lamongan. 2) Adanya teleransi antar budaya untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan, seperti dalam proses pernikahan antar budaya. Walaupun demikian kebudayaan setempat tidak begitu banyak yang terpengaruh oleh budaya dari pendatang. 3) Para pendatang mayoritas tidak pernah mengalami kendala untuk berkomunikasi dengan warga sekitar karena bahasa yang dipakai tidak jauh berbeda dengan bahasa-bahasa ditempat lain. Disamping itu, cara pendekatan komunikasi antar budaya adalah dengan bertatap muka langsung, sehingga sangat efektif berkomunikasi dengan masyarakat lokal. 4) Komunikasi antar budaya masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal terkadang memanfaatkan tempat berkumpul yang sering dijadikan untuk saling bersosialisasi dengan para pendatang biasanya dimasjid/mushola atau di warung kopi, pasar dan tempat umum lainnya. Dari hasil penelitian yang diperoleh, hendaknya masyarakat di Desa Sedayulawas baik penduduk lokal maupun pendatang lebih memahami dan mengerti adanya perbedaan pada diri mereka. Untuk dapat mewujudkan desa yang berketahanan sosial, komunikasi dan interaksi adalah salah satu faktor yang krusial. Fokus interaksi sosial dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri, dan komunikasi menjadi unsur penting dalam seluruh kehidupan manusia. Untuk memperluas pengetahuan kita tentang komunikasi antar budaya hendaklah lebih banyak membaca buku-buku yang relevan dengan materi yang kami bahas dalam skripsi ini.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 20 Apr 2016 06:26
Last Modified: 20 Apr 2016 06:26
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27515

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo