UMM Institutional Repository

Dampak Pemekaran wilayah Kabupaten Barito selatan Dan Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah Terhadap Tesejahteraan Masyarakat Lokal Barito Timur (Studi di Kabupaten Barito Timur)

WIRAWAN, RICKY (2013) Dampak Pemekaran wilayah Kabupaten Barito selatan Dan Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah Terhadap Tesejahteraan Masyarakat Lokal Barito Timur (Studi di Kabupaten Barito Timur). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rickywiraw-31841-2-babi.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rickywiraw-31841-1-pendahul-n.pdf

Download (497kB) | Preview

Abstract

RICKY WIRAWAN, 2013, 07230033, Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Pemerintahan, Dampak Pemekaran Wilayah kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Lokal Barito Timur, Pembimbing I : Dr. Tri Sulistiyaningsih; Pembimbing II: Noenik Sofiati, SH.MH Kehadiran pemerintah sebagai representasi negara dalam konteks pemenuhan kesejahteraan masyarakat merupakan sebuah keharusan. Fungsi dasar negara ialah sebagai pelayan, pelindung dan pegayom masyarakat. Pembangunan kemanusiaan harus bertumpu pada pemenuhan layanan dasar tersebut. Otonomi daerah merupakan salah satu rekayasa sistem penyelenggaranana negara yang bertujuan lebih memberikan pemerataan pembangunan kepada masyarakat. Otonomi daerah merupakan jawaban atas segala kerisauan daerah akibat dari distribusi kue pembangunan yang tidak merata dan adil serta terlalu sentralistis. Sentralistik penuh dengan birokrasi yang lamban, sangat tidak efektif dan efisien. Lahirnya Otonomi daerah yang dilegalkan melalui UU No 22 tahun 1999 dan PP 129/200 yang kemudian diperbaharui pada UU No 32 Tahun 2004 yang kemduian diperbaharui lewat PP 78/2007 menguatkan semangat kemajuan pembangunan di daerah. Pemekaran wilayah sebagai konsekuensi lanjutan otonomi daerah sengaja ditempuh mengingat terlalu luas dan beragamnya wilayah Indonesia. Pemekaran wilayah secara esensi diharapkan memperdekat mata rantai pembangunan yang lebih berkelanjutan untuk masyarakat. Dengan pemekaran daerah diharapkan daerah-daerah yang baru lebih mandiri dan mampu memberikan kenyamanan dan kesejahteraan pada masyarakat lokal. Adanya penghargaan pada beberapa kearifan lokal juga dimaksudkan lebih mempererat solidaritas warga lokal dalam mensukseskan agenda pembangunan di daerah. Barito Timur sebagai kabupaten yang mekar pada tahun 2002 dari Kabupaten Induknya Barito Selatan sudah cukup mumpuni untuk dievaluasi. Semangat awal kelahiran Barito Timur berangkat dari beberapa ketidakpuasan pada kinerja pemerintahan induk. Mulai dari perhatian kepada wilayah Barito Timur yang kurang, birokrasi yang terlalu rumit dan bertele-tele serta pembangunan yang kurang merata. Berangkat dari itulah perjuangan oleh para elit lokal di Barito Timur yang didukung oleh beberapa elemen penentu di lokal membuahkan hasil manis dengan terbentuknya Kabupaten Barito Timur pada tahun 2002. Sebagai daerah yang baru Kabupaten Barito Timur dihadapkan pada banyaknya pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan khusunya berhubungan dengan infrastruktur dan suprastruktur pembangunan. Dengan kerja keras melalui terobosan-terobosan progresif sampai sekarang ini telah banyak terdapat hasil-hasil pembangunan yang telah dinikmati oleh masyarakat. Pertumbuhan ekonomi cukup baik, stabillitas politik memadai, angaka kemiskinan yang terus menurun, dan lain-lain menunjukan keseriusan pemerintah Barito Timur cukup membanggakan. Optimisme ini mestinya dijadikan sebagai penguat dalam pembentukan good governance di Barito Timur. Hasil pembangunan yang sudah mulai terlihat perlu ditingkat lagi kedepanya. Apalagi persoalan dan kebutuhan masysarakat semakin beragam untuk segera dipenuhi. Tantangan yang akan dihadapi juga akan semakin besar. Dan yang terpenting ialah jangan sampai hasil kerja keras ini dinodai oleh praktek-praktek korupsi yang merupakan bias negatif dari pembangunan. Sebab jika itu terjadi maka akan terjadi ketidakpercayaan pada pemerintah dan kesejahteraan masyarakat akan terbengkalai. Jika itu terjadi maka otonomi daerah menjadi sia-sia dan masyarakat akan menjadi korbanya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 20 Apr 2016 03:13
Last Modified: 20 Apr 2016 03:13
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27468

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo