UMM Institutional Repository

BUSANA SEBAGAI CITRA JOKOWI - AHOK DALAM KAMPANYE PILKADA DKI JAKARTA PERIODE 2012-2017

Pratomo, Dicky Aryo (2013) BUSANA SEBAGAI CITRA JOKOWI - AHOK DALAM KAMPANYE PILKADA DKI JAKARTA PERIODE 2012-2017. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-dickyaryop-32865-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-dickyaryop-32865-2-babi.pdf

Download (257kB) | Preview

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari Fashion atau busana, secara tidak langsung baik disadari atau tidak, ternyata fashion atau busana telah meyatu dalam sebuah proses komunikasi sosial. Seiring dengan perkembangan zaman, busana saat ini tidak hanya di gunakan sebagai pelindung tubuh atau sebagai pelengkap saja, namun busana juga digunakan sebagai simbol atau tanda untuk memperkenalkan makna serta citra yang ada pada busana tersebut. Begitu juga pada busana yang digunakan Jokowi-Ahok dalam kampanye PILKADA DKI Jakarta periode 2012-2017, yakni busana kemeja kotak-kotak dan setelan celana jeans. Hal ini lah yang menjadi salah satu strategi politik yang di gunakan Jokowi-Ahok guna menarik simpati masyarakat DKI Jakarta. Semua di susun sedemikian rupa bukan tanpa karena rencana dan konsep yang sangat matang, mengingat Jokowi-Ahok belum begitu dikenal oleh masyarakat Jakarta dibandingkan Fauzi bowo yang merupakan penduduk asli Betawi dan sudah lebih dulu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta serta memiliki pendukung atau simpatisan yang sangat banyak. Namun Jokowi juga faham tentang berbagai persoalan di Jakarta seperti banjir dan infra struktur lainnya yang belum kunjung terselesaikan di era kepemipinan sebelumnya. Maka berawal dari sinilah Jokowi ingin membangun suatu citra dan identitas diri melalui tanda dan makna busana kemeja kotak-kotak berwarna merah, putih, biru yang dipadukan dengan setelan celana jeans, yang diperkuat dengan suatu kebijakan-kebijakan akan perubahan Jakarta yang lebih baik atau Jakarta baru. Pembentukan citra merupakan satu bagian integral dari salah satu strategi politik. Citra adalah salah satu hal penting yang harus di bangun dalam berkampanye, penting nya arti citra sudah tidak di ragukan lagi karena kita mengenal orang lain lewat bentukan citra yang di bangun oleh orang tersebut. Di dalam sebuah busana, ada nilai-nilai yang ingin dipromosikan atau dikomunikasikan melalui apa yang ditampilkan. Fashion atau busana merupakan sebuah bentuk dari ekspresi individualistik. Busana dan pakaian adalah cara yang digunakan individu untuk membedakan dirinya sendiri sebagai individu dan menyatakan beberapa keunikannya, serta membuka wacana baru bagi kita tentang beberapa makna yang tersembunyi dalam busana Jokowi Ahok dalam PILKADA DKI Jakarta periode 2012 -2017 Dalam Skripsi ini Peneliti Menggungakan 2 teori, Yaitu : teori Fashion Sebagai Media Komunikasi dan Semiotika Busana. Fashion dan pakaian juga sering digunakan untuk menujukan nilai sosial atau status, dan orang kerap membuat penilaian terhadap nilai sosial atau status orang lain berdasarkan apa yang dipakai orang tersebut. Fashion juga mendefinisikan peran sosial yang dimiliki seseorang. Semiotika Busana memberikan memberikan gambaran bagaimana tanda-tanda beserta tataran makna bekerja pada beberapa fenomena busana. Penelitihan ini tergolong kedalam jenis penelitian dalam bentuk interpretatif kualitatif. Interpretatif adalah mencari makna sedangkan data kualitatif (data yang tidak terdiri atas angka-angka) melainkan berupa pesan-pesan non-verbal (gambar) atau symbol busana yang digunakan Jokowi dalam kampanye Pilkada Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi dan studi pustaka, Setelah data didapat, selanjutnya akan dianalisis dengan metode yang sesuai dan mudah dipahami Hasil Penelitian menunjukan Makna denotatif dalam busana Kemeja Kotak Kotak Jokowi serta celana jeans menghasilkan beberapa citra diantaranya : citra kerakyatan, citra kesederhanaan, citra pemimpin demokratis, serta citra pemimpin yang cerah. Makna tanda dalam gaya busana kemeja kotak kotak Joko -Wi dalam kampanye secara konotatif telah memberikan makna sebagai rasa kebersamaan ditangkap masyarakat sebagai penyegar dalam kehidupan social politik yang selama ini penuh konflik. pasangan Jokowi-Ahok tidak memilah-milah pendukungnya. Kepemimpinan Jokowi - Ahok dipandang menjanjikan kepemimpinan multikutural, yaitu kepemimpinan yang tidak membedakan suku dan ras. Baju kotak-kotak dapat menunjukkan citra Jokowi yang siap atau fokus pada penyelesaian masalah di lapangan dan berinteraksi langsung dengan rakyat tidak melalui komando di kantor, baju kotak-kotak terkesan egaliter artinya tidak ada simbol status dan identitas tertentu sebagai pejabat atau golongan birokrat dan dari sisi celana jeans, memiliki makna bahwa Tidak ada ada perbedaan kelas sosial baik masyarakat dan pimpinan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 15 Apr 2016 03:51
Last Modified: 08 Mar 2018 03:13
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/26870

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo