UMM Institutional Repository

REPRESENTASI PEREMPUAN PADA TOKOH AUNG SAN SUU KYI (Analisis Semiotik Pada Film "The Lady" Karya Luc Besson)

Haryati, Garnis Dwi (2013) REPRESENTASI PEREMPUAN PADA TOKOH AUNG SAN SUU KYI (Analisis Semiotik Pada Film "The Lady" Karya Luc Besson). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-garnisdwih-34560-1-pendahul-n.pdf

Download (440kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-garnisdwih-34560-2-babi.pdf

Download (41kB) | Preview

Abstract

Film "The Lady" menceritakan tentang perjalanan kehidupan nyata seorang Aung San Suu Kyi, peraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991 yang awalnya hanya ibu rumah tangga hingga ia menjadi pemipmpin oposisi di Burma, Myanmar. Pada mulanya keterlibatan Aung San Suu Kyi pada politik merupakan ketidaksengajaan. Mengingat bahwa Aung San Suu Kyi adalah putri dari Jenderal Aung San, pahlawan nasional Myanmar yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan Inggris yang ditembak mati oleh junta militer, maka beberapa utusan dari akademisi fakultas sejarah Universitas Rangoon menemui dan menyarankan agar Aung San Suu Kyi mau memimpin gerakan pro-demokrasi yang diusung sebagian besar masyarakat, menjelang pemilu paska mundurnya jenderal yang sedang berkuasa di massa itu. Keberadaan film merupakan media ekspresi seni yang memberikan jalur pengungkapan kreatifitas, dan media budaya yang melukiskan kehidupan manusia dan kepribadian suatu bangsa. Keistimewaan tersebut menjadi daya tarik langsung yang sangat besar dan sulit ditafsirkan. Semiotik digunakan sebagai pendekatan untuk menganalisis teks media dalam hal ini adalah film, kenyataannya teks media selalu memiliki ideologi dominan yang terbentuk melalui media tersebut. Melalui metode semiotika, peneliti ingin mengupas lebih dalam mengenai pesan yang disampaikan oleh sutradara kepada khalayak melalui film "The Lady". Berbeda dengan analisis semiotik lainnya, konsep semiotika Roland Barthes memberikan ruang bagi pengungkapan simbol - simbol konotasi dan mitos, tidak hanya makna denotasi. Konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutkan sebagai 'mitos', dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran nilai-nilai dominan, maka penulis menganggap bahwa semiotika Roland Barthes tepat digunakan dalam penelitian ini. Selain itu, sebagai dasar untuk melakukan analisis semiotik peneliti menggunakan unit analisis dari John Fiske melalui pemilihan adegan yang penting dalam memerikan makna melalui ekspresi, konflik, dialog, dan latar dan sebagainya. Kombinasi dari aspek tersebut berfungsi untuk membentuk makna yang menunjukkan adanya representasi perempuan dalam film The Lady. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis interpretatif yang memungkinkan peneliti melakukan pengamatan dan analisis secara mendalam terhadap topik yang akan diteliti. Pendekatan ini diambil melalui pertimbangan bahwa peneliti menganalisis lapisan makna yang menggambarkan representasi perempuan dalam film "The Lady". Maka dari itu, metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotik Roland Bartes. Data penelitian diperoleh dari teks film "The Lady" format VCD berdurasi 135 menit. Teks film disini, dapat berupa setting, dialog, konflik dan ekspresi yang merepresentasikan perempuan. Selain itu ada pula data pendukung yang berupa dokumen, dan segala literature yang dihimpun oleh peneliti dari referensi buku-buku, jurnal, website atau blogger, tulisan dan karya ilmiah lainnya, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan objek penelitian. Pada hasil penelitian, film The Lady melalui tokoh Aung San Suu Kyi, menghadirkan sosok perempuan yang mandiri, indipenden, dan suskses berkarier. Namun Luc Besson, tertnyata tidak dapat melepaskan unsur budaya patriarki dalam film ini. Penjelasan gagasan-gagasan dominan yang ingin disampaikan oleh film The lady berkaitan dengan representasi perempuan adalah sebagai berikut: (1) Perempuan sebagai sosok yang mampu berkarier dan sukses di ranah publik. Selama ini perempuan begitu melekat dengan peran domestik dan pekerjaan rumahnya, padahal pada dasarnya perempuan memiliki intelektualitas yang sama dengan laki-laki dan memiliki kemampuan yang setara. (2) Perempuan direpresentasikan sebagai perempuan yang mandiri, yaitu perempuan yang mampu menjalankan perannya sebagai perempuan karier, ibu, dan seorang isteri. Walaupun demikian, penggambaran diatas justru secara otomatis membalikkan fakta penggambaran itu karena kesuksesan dari perempuan dalam film The Lady tidak lepas dari peran pria, dalam hal ini tokoh suami yang memperjuangkan kebebasan Aung San Suu Kyi dari rumah tahanan melalui hadiah bergengsi Internasional Nobel Perdamaian. Pada konteks ini, film The Lady juga menggambarkan ideologi budaya Patriarki dan Feminisme. Penggambaran ini berupa sosok perempuan dalam kesempatan yang dimilikinya untuk terlibat dalam bidang politik menuntut kesetaraan atas kaum laki-laki, dan perempuan mampu bersaing dengan laki-laki bahkan lebih unggul.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 15 Apr 2016 02:30
Last Modified: 06 Mar 2018 03:46
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/26833

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo