UMM Institutional Repository

Komunikasi Antar Pemeluk Agama dalam Menjaga Toleransi Beragama (Studi Pada Masyarakat Kampung Bugis dan Kampung Anyar di Singaraja pada Saat Perayaan Nyepi dan Shalat JumÂ’at)

IRMA, (2013) Komunikasi Antar Pemeluk Agama dalam Menjaga Toleransi Beragama (Studi Pada Masyarakat Kampung Bugis dan Kampung Anyar di Singaraja pada Saat Perayaan Nyepi dan Shalat JumÂ’at). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-irma082201-31434-1-pendahul-n.pdf

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-irma082201-31434-2-babi.pdf

Download (100kB) | Preview

Abstract

Sebagian besar suku Jawa yang tinggal di Bali beragama Islam yang tentu saja budaya yang mereka usung berbeda dengan masyarakat asli. Walaupun demikian mereka semua dapat hidup berdampingan dengan damai. Hal ini bisa dilihat dari bersatunya masing-masing budaya tanpa saling merasa terintimidasi satu sama lain. Contohnya adalah saat perayaan Nyepi yang jatuh di hari Jumat. Nyepi merupakan satu dari hari raya besar Umat Hindu yang bernilai sakral tinggi. Sedangkan Jumat adalah salah satu hari baik yang tertulis di Kitab Suci Al-QurÂ’an, kitab suci umat Islam. Berdasarkan penjelasan di latar belakang di atas maka didapat beberapa permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut faktor yang menghambat dan mendukung toleransi antar penganut agama Islam dan Hindu di Kampung Bugis dan Kampung Anyar Kabupaten Buleleng-Bali dan cara menjaga toleransi antara penganut agama Islam dan Hindu di Kampung Bugis dan Kampung Anyar Kabupaten Buleleng-Bali. Efektifitas komunikasi antar budaya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perbedayaan latar belakang budaya, psikokultural, sosiokultural, dan pengaruh lingkungan seperti yang diutarakan oleh Guddykunts dan Kim (1997). Dalam segala aspek kehidupan manusia, konflik itu sangat mungkin itu terjadi. Bahkan tak jarang hampir setiap saat konflik itu bisa terjadi. Baik disebabkan oleh individu maupun oleh lingkungan dan budaya. Potensi konflik yang dijelaskan oleh Samovar (2001) adalah konflik bisa disebabkan oleh masalah pencarian persamaan, pengurangan ketidakpastian, streotip, prasangka, rasisme, penggunaan kekuasaan, gegar budaya, atau etnosentrisme. Sedangkan menurut Liliweri ( 2001 ) komunikasi antar budaya adalah adalah komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan yang berbeda, bahkan dalam satu bangsa sekalipun. Seperti yang dituturkan oleh Schramm dalam Mulyana (1990) mengemukakan, komunikasi antar budaya yang benar-benar efektif harus memperhatikan empat syarat, yaitu menghormati anggota budaya lain sebagai manusia, menghormati budaya lain sebagaimana apa adanya dan bukan sebagaimana yang kita kehendaki, menghormati hak anggota budaya lain untuk bertindak berbeda dari cara kita bertindak, dan komunikator lintas budaya yang kompeten harus belajar menyenangi hidup bersama orang dari budaya lain. DeVito (1978) juga mengemukakan beberapa faktor penentu efektivitas komunikasi yakni keterbukaan, empati, merasa positif, member dukungan dan merasa seimbang terhadap makna pesan yang sama dalam komunikasi antar budaya atau antar etnik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan menggunakan metode ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, fakual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Menurut Whitney, dikutip Nazir tahun 2009, metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Banyak faktor yang mendukung untuk terjadinya toleransi beragama di Indonesia, khususnya di Kampung Bugis dan Kampung anyar. Dukungan dari masing-masing tokoh agama juga membantu terjadinya toleransi umat beragama di kedua kampung ini. Para pendahulu mereka mampu membina persahabatan dan tetap menjaga persahabatan itu dengan baik. Padahal seperti yang diketahui kedua kampung ini dikenal sebagai kampung orang Islam bagi Kampung Bugis dan Kampung orang Hindu bagi Kampung Anyar. Pendidikan dini akan pentingnya hidup rukun bertetangga yang dimulai sejak dini juga dapat membantu terjadinya toleransi beragama. Kesabaran juga menjadi poin penting di sini. Dengan percaya bahwa semua masalah bisa diselesaikan dengan jalan damai juga mendukung terjadinya toleransi beragama di kedua kampung ini. Dengan mengingat bahwa kita tidak hidup sendiri dan pasti saling membutuhkan pasti semua itu terjadi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 14 Apr 2016 06:06
Last Modified: 14 Apr 2016 06:06
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/26703

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo