UMM Institutional Repository

INTERPRETASI PESAN AKTOR DALAM PANGGUNG SENI PERTUNJUKAN (Studi Kasus Aktor dan Penonton Pertunjukan "Nyanyian Bukit Kapur" karya Lennon Machali oleh Kelompok Cager di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro Gresik)

Rizqiyah, Riza Nur (2015) INTERPRETASI PESAN AKTOR DALAM PANGGUNG SENI PERTUNJUKAN (Studi Kasus Aktor dan Penonton Pertunjukan "Nyanyian Bukit Kapur" karya Lennon Machali oleh Kelompok Cager di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro Gresik). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rizanurriz-38296-1-pendahul-n.pdf

Download (777kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-rizanurriz-38296-2-babi.pdf

Download (35kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penyampaiann pesan yang dilakukan komunikator (aktor) dan komunikan (penonton) dalam panggung seni pertunjukan yang sering mengalami hambatan penerimaan pesan baik dalam penggunaan bahasa maupun gerak (bahasa tubuh) yang bersifat verbal maupun non-verbal. Hambatan tersebut menyebabkan adanya perbedaan interpretasi dari sebuah pesan yang disampaikan menjadi kebingungan bahkan menjadi ketidakjelasan mengenai isi pesan yang diterima. Sehingga, peneliti merumuskan permasalahan mengenai bagaimana interpretasi pesan aktor pada naskah, interpretasi penonton pada pesan aktor dan bagaimana perbandingan pesan aktor dan penonton pada naskah "Nyanyian Bukit Kapur" karya Lennon Machali. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana perbandingan interpretasi pesan aktor dan penonton pada naskah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interaksionisme Simbolik yang menggagas tentang pemaknaan, penfsiran dan pengenalan konsep diri. Blumer mengemukakan tiga prinsip dasar interaksionalisme simbolik yang berhubungan dengan meaning, language, dan thought yang mengarah pada pembentukan diri seseorang (person's self) dan sosialisasinya dalam komunitas (community) yang lebih besar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya berupa wawancara mendalam dan dokumentasi langsung. Analisis data ini dilakukuan secara deskriptif melalui teknik analisis interaktif data, model dari Miles dan Huberman. Teknik penentuan subjek penelitian ini menggunakan teknik Purporsive Sampling dimana peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena adanya suatu pertimbangan tertentu. Subjek yang dipilih adalah aktor dan penonton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interpretasi aktor pada pesan naskah "Nyanyian Bukit Kapur" adalah pengungkapan pikiran dan perasaan aktor sebagai santri dan buruh pabrik. Hal tersebut, ditafsirkan pada keadaan sebuah kota yang makin terpuruk kekayaan alamnya karena ulah tangan manusia dan polusi-polusi industri yang mengakibatkan perubahan kota. Permasalahan tersebut diusung dari realita mengenai pengerukan kekayaan alam kota Gresik berupa bukit kapur yang dimanfaatkan dalam pembangunan lahan bebas seperti pabrik dan industri. Pada pemaknaan pesan tersebut, sebelumnya para aktor menerapkan hasil dari observasi untuk membentuk karakter dan pemahaman mengenai permasalahan yang ada dalam naskah. Sehingga, mereka dapat menafsirkan melalui pengucapan bahasa atau intonasi vokal, gerakan-gerakan seperti tarian yang menggunakan properti maupun aktingnya sendiri dari pemaknaan naskah tersebut. Gerakan-gerakan yang diperankan oleh aktor melalui gerakan isyarat diinterpretasikan oleh penonton kedalam pemaknaan naskah yang sama yakni dalam konteks rusaknya sebuah lingkungan kota karena adanya pengerukan kekayaan alam kota Gresik. Disini penonton memaknai pesan tersebut dari akting maupun lantunan kalimat (dialog) yang diucapkan oleh aktor. Penonton menginterpretasikan gerakan aktor kedalam sisi kerusakan lingkungan kota yang merubah identitas kota dengan menafsirkan gerakan dan latar musik yang mengiringi lantunan kalimat dan dialog yang diucapkan masing-masing aktor. Selain itu, terdapat perbedaan interpretasi aktor dan penonton yang terletak pada salah satu dialog aktor yang berbeda ditafsirkan oleh penonton karena dipengaruhi oleh posisi tempat duduk penonton sendiri yang berada di sudut belakang. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemaknaan pesan oleh aktor dan penonton pada naskah "Nyanyian Bukit Kapur" ini menceritakan permasalahan dari fenomena keadaan wilayah yaitu kota Gresik. Konflik dalam naskah menceritakan tentang perubahan kota Gresik yang sebelumnya dikenal sebagai Kota Wali, Kota Santri kini berubah sebagai kota Industri. Dari interpretasi pesan naskah tersebut, terdapat juga perbedaan mengenai pemaknaan naskah dari aktor ke penonton pada gerakan maupun dialog yang nonverbal. Perbedaan interpretasi ini dipengaruhi oleh bagaimana cara konsep presepsi penonton dan jarak posisi duduk penonton.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 13 Apr 2016 03:44
Last Modified: 21 Feb 2018 02:29
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/26544

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo