UMM Institutional Repository

PEMAKNAAN MAHASISWA PENGGUNA AKUN TWITTER TENTANG CYBERBULLY (Studi Resepsi Pada Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2010 Atas Kasus Pernyataan Pengacara Farhat Abbas Tentang Pemerintahan Jokowi - Ahok)

Cahyani, Puspa Kartika (2015) PEMAKNAAN MAHASISWA PENGGUNA AKUN TWITTER TENTANG CYBERBULLY (Studi Resepsi Pada Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2010 Atas Kasus Pernyataan Pengacara Farhat Abbas Tentang Pemerintahan Jokowi - Ahok). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-puspakarti-38706-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-puspakarti-38706-2-babi.pdf

Download (232kB) | Preview

Abstract

Dalam perkembangan teknologi khususnya perkembangan penggunaan internet saat ini semakin pesat karena didukung dengan media sosial yang semakin bervariasi dan memiliki fitur yang menarik bagi para pengguna, salah satunya adalah twitter. Peneliti mengangkat twitter karena peneliti menemukan hal yang menarik yaitu fenomena akun twitter pengacara Farhat Abbas (@farhatabbaslaw) yang menghina pemerintahan Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi – Ahok). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan serta mendeskripsikan penerimaan para mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2010 pengguna twitter tentang cyberbully di sosial media twitter pengacara Farhat Abbas kepada pemerintahan Jokowi - Ahok. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori media baru (New Media Theory). Bolter dan Grusin (2000: 5, dalam buku New Media an Introduction, Terry Flew 2005:3-4) menjelaskan bahwa media baru sebagai "perkembangan pesat media digital baru dan respon hampir sama cepat dengan media tradisional". Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik accidental sampling / convenience sampling dan purposive sampling yang menarik sepuluh informan berkriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Analisa data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi serta dihubungkan dengan studi resepsi pemaknaan mahasiswa tentang twitter, cyberbully¸ dan contoh kasus pengacara Farhat Abbas. Dalam analisa data menunjukkan bahwa dalam studi resepsi terdapat tiga kategori audiens atau penonton, yaitu kategori penonton dominan (dominant hegemonic position), penonton yang menegosiasi (negotiated code / position), ada pula yang berada sebagai kategori penonton oposisi (oppositional code / position). Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa terdapat studi penerimaan feminisme yang dikaitkan dengan pernyataan para informan perempuan yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan informan laki – laki. Hasil dari penelitian ini adalah mereka memaknai cyberbully twitter yang dilakukan oleh pengacara Farhat Abbas terkait dengan pemerintahan Jokowi – Ahok dan menilai bahwa cyberbully melalui twitter adalah tindakan diluar kontrol, bersifat rasis, dan tidak baik. Cyberbully yang dilakukan oleh pengacara Farhat Abbas merupakan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pengacara dan hal tersebut dapat mengurangi kredibilitasnya sebagai pengacara. Sebagai public figure dia akan lebih dikenal masyarakat namun dengan penilaian yang kurang baik. Dikaitkan dengan studi resepsi dan latar belakang audiens akan mempengaruhi cara pandang dan pernyataan para peserta FGD, namun asal tempat atau karakter tidak mempengaruhi cara pandang dalam berpendapat karena mereka sudah masuk dalam lingkungan yang dapat merubah mindset para peserta FGD tersebut, sehingga sudah mulai meninggalkan nilai – nilai yang berasal dari tempat asal. Pengaruh posisi audiens para peserta FGD pada penelitian ini lebih mendominasi pada posisi oposisi. Meskipun perbedaan asal tempat, karakter, latar belakang serta penyampaian mereka dalam berpendapat tetapi inti pemikiran mereka sama yaitu menolak cyberbully twitter yang dilakukan oleh pengacara Farhat Abbas tentang pemerintahan Jokowi – Ahok. Selain itu, peneliti menemukan hasil studi penerimaan feminisme para informan perempuan akan cenderung membangun pemaknaan dan penafsiran menurut mereka sendiri. Berbeda dengan informan laki – laki dalam penyampaian pendapatnya akan melihat dari informan lain.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 12 Apr 2016 12:32
Last Modified: 12 Apr 2016 12:32
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/26427

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo