UMM Institutional Repository

DASAR KLAIM DAN UPAYA PENYELESAIAN SENGKETA GUGUS KEPULAUAN SENKAKU ATAU DIOYU OLEH JEPANG DAN TIONGKOK

Lakshita, Prasasti (2014) DASAR KLAIM DAN UPAYA PENYELESAIAN SENGKETA GUGUS KEPULAUAN SENKAKU ATAU DIOYU OLEH JEPANG DAN TIONGKOK. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-prasastila-36573-2-babi.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-prasastila-36573-1-pendahul-n.pdf

Download (68kB) | Preview

Abstract

Pulau Senkaku atau Dioyu adalah gugus kepulauan tandus, letaknya 190 kilometer timur laut Taiwan. Kepulauan yang menjadi sengketa ini terdiri dari lima pulau kecil dan tiga karang bebatuan yang tandus. Pulau ini disengketakan oleh tiga Negara yaitu Jepang, Tiongkok dan Taiwan karena Pulau ini di perkirakan mengandung sumber daya alam yang melimpah. Jepang, tiongkok dan Taiwan pun saling mengklaim bahwa Pulau tersebut adalah bagian dari kedaulatan Negaranya masing-masing. Akibat dari sengketa tersebut hubungan Diplomatik ketiga Negara sempat meruncing. Dengan sejarah yang panjang, ketiga Negara tersebut mempunyai dasar klaimnya masing-masing. Jepang mengklaim bahwa Pulau Senkaku adalah bagian dari wilayahnya mengacu pada secara hukum Jepang memiliki hak untuk menganggap dan menyatakan Kepulauan Senkaku sebagai bagian dari wilayahnya, karena Kepulauan Senkaku merupakan Kepulauan yang tidak bertuan, Karena Jepang telah meyakini bahwa secara hukum dia memiliki hak atas kepulauan Senkaku, sehingga, bagi Jepang Kepulauan Senkaku telah menjadi bagian dari wilayah Jepang dan bukan bagian dari wilayah Taiwan seperti yang dikatakan oleh China. Maka, Jepang akhirnya menganggap bahwa Kepulauan Senkaku tidak pernah menjadi bagian dari perjanjian Shimonoseki maupun perjanjian San Francisco, Jepang juga meyakini bahwa dia telah menduduki dan mempunyai kedaulatan atas Kepulauan Senkaku dalam waktu yang lama, dan hal tersebut bagi Jepang merupakan suatu alasan yang kuat untuk menyatakan bahwa Jepang telah memiliki kekuasaan dan kedaulatan yang sah terhadap Kepulauan Senkaku. Sedangkan klaim Tiongkok mengacu pada fakta sejarah pada zaman dinasty Ming dan Qing saat masih berkuasa, dan klaim Taiwan mengatakan bahwa Kepulauan Senkaku sudah ada di dalam wilayah taiwan sejak Dinasti Ming pada tahun 1403, karena wilayah Kepulauan Senkaku telah masuk ke dalam peta pemerintah Ming. Dan peta tersebut digunakan sebagai petunjuk oleh pemerintah Ming dalam perjalanannya menuju ke kerajaan Ryukyu, yang pada saat itu Ryukyu bukan bagian dari wilayah Jepang. Telah ada beberapa upaya yang dilakukan oleh ketiga Negara tersebut di antaranya adalah perjanjian-perjanjian yang dibuat seperti perjanjian Shimonoseki pada tahun 1895, Deklarasi Kairo, dan San Francisco peace Treaty 1951. Adapun ketiga Negara tersebut mempunyai upaya masing-masing untuk menyelesaikan masalah ssengketa Kepulauan Senkaku.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of International Relations
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 08 Apr 2016 10:08
Last Modified: 08 Apr 2016 10:08
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25735

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo