UMM Institutional Repository

STRATEGI HIZBULLAH MENGHADAPI ISRAEL PADA PERANG LEBANON KEDUA TAHUN 2006

MUSYAIFUDIN, AMIRUL (2014) STRATEGI HIZBULLAH MENGHADAPI ISRAEL PADA PERANG LEBANON KEDUA TAHUN 2006. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-amirulmusy-38020-1-pendahul-n.pdf

Download (808kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-amirulmusy-38020-2-babi.pdf

Download (160kB) | Preview

Abstract

Tidak seperti peperangan yang pernah dihadapi Israel pada periode sebelumnya, dimana Israel mampu meraih kesuksesan ketika harus berhadapan dengan koalisi negara-negara Arab. Perang Lebanon Kedua menunjukkan ketidakseimbangan dua kekuatan yang signifikan. Israel sebagai salah satu negara kekuatan nuklir dunia sekaligus terkuat di Timur Tengah berhadapan dengan sebuah organisasi bernama Hizbullah yang pada saat meletusnya perang diperkirakan hanya memiliki 1000 tentara aktif. Namun, dengan segala kelebihan yang dimilikinya, Israel tidak dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya di Lebanon Selatan seperti yang selama ini dibanggakan. Justru, Perang Lebanon Kedua menunjukkan semakin rapuhnya sistem pertahanan Israel yang semakin rentan akan ancaman penyerangan dari kelompok-kelompok perjuangan yang bermukim di negara-negara sekelilingnya. Hizbullah dengan strategi gerilya-nya terbukti mampu menunjukkan ketahanannya atas serangan-serangan yang dilancarkan Israel. Terbukti, hingga berakhirnya perang, Israel tidak mampu menghentikan serangan roket yang diluncurkan Hizbullah ke wilayahnya. Hal itu tidak terlepas berkat upaya seluruh anggota Hizbullah di medan peperangan, termasuk gabungan intelijen Hizbullah-Iran yang dengan teknologi dan informasi yang diperolehnya mampu memprediksi kapan dan dimana Israel akan melakukan penyerangan. Hizbullah dengan kemahiran pengelolaan media massa-nya, juga mampu mengubah persepsi masyarakat internasional yang pada awal meletusnya perang mengkritik, berubah simpatik. Sehingga ‘memaksa’ Israel keluar dari Lebanon Selatan tanpa mencapai tujuan utama perang yang Israel kobarkan. Dimana tulang-belulang dua tentara Israel yang diculik Hizbullah akhirnya ditukarkan dengan sejumlah warga Lebanon dan Palestina dua tahun setelah berakhirnya perang, yakni pada 17 Juli 2008.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of International Relations (64201)
Depositing User: Mrs Ruli Alfi
Date Deposited: 08 Apr 2016 09:02
Last Modified: 08 Apr 2016 09:02
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25673

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo