UMM Institutional Repository

PERBANDINGAN UNSUR SINEMATIK PADA VIDEO KLIP BOYBAND INDONESIA DAN KOREA StudipadaVideoklip S9B-ACDC (Indonesia)dengan Video klip Super Junior Sory-sory (Korea)

Tologi, Ferina (2014) PERBANDINGAN UNSUR SINEMATIK PADA VIDEO KLIP BOYBAND INDONESIA DAN KOREA StudipadaVideoklip S9B-ACDC (Indonesia)dengan Video klip Super Junior Sory-sory (Korea). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-ferinatolo-36429-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-ferinatolo-36429-2-babi.pdf

Download (194kB) | Preview

Abstract

K-pop merupakan singkatan dari Korean pop ataumusik pop korea, k-pop sendiri sedang merajai industry musik pop dunia terlebih lagi asia. Tidaks edikit juga dengan boomingnya boyband dan girlband asal korea membuat Negara-negara asia lainnya ikut memunculkan boyband dan girlband negaranya masing-masing terutama Indonesia. Sebagai salah satu bentuk media komunikasi massa videoklip berfungsi dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai gagasan tertentu, sebagai penyempai pesan edukatif, namun utamanya lebih pada aspek hiburan bagi masyarakat. Videoklip itu sendiri juga bias dikatakan sebagai salah satu bentuk apresiasi pekerja seni terhadap hasil karyanya, sementara bagi produser musik videoklip berfungsi sebagai sarana untuk memasarkan produknya melalui media televisi. Unsur sinematik merupakan unsur pembentuk film yang didalamnya terdiri dari aspek mise en scene, sinematografi, editing, suara. Mise enscene adalah keseluruhan elemen yang berada di depan kamera untuk diatur menjadi sebuah adegan. Empat elemen tersebu yaitu, setting atau latar, tata cahaya, kostum dan tatarias, serta akting, dan pergerakan pemain. Sinematografi adalah ilmu pengetahuan tentang kamera film, hubungannya antara kamera dan film serta kamera dengan objek yang diambil. Editing adalah menyusun adegan kembali dengan cara menggunakan shot - shot sebagai materi editing menjadi satu kesatuan film yang utuh. Sedangkan suaraa dalah segala hal dalam film yang mampu ditangkap melalui indera pendengaran. Keempat aspek unsure sinematik berperan dalam mengemas unsure naratif atau cerita dalam film. Sebuah film terbentuk dari unsur – unsur yang saling melengkapi dan akhirnya menjadi satukesatuan dalam bentuk gambar bergerak, yang terdiri dari media gambar dan media suara atau lebih sering disebut media audio visual. Pendekatan dari penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif komparatif dimana bertujuan membandingkan dan mendeskripsikan unsur sinematik yang terdapat dalam videoklip Sorry – sorry dan ACDC. Melalui pendekatan kualitatif, gambaran yang menyeluruh mengenai unsur sinematik dari videoklip akan disajikan dan dideskripsikan untuk mengetahui perbandingan unsur sinematik pada kedua videoklip. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa unsur sinematik memegang peran yang penting dalam produksi videoklip. Perbedaan dan Persamaan unsur sinematik pada videoklip ACDC dan Sorry – sorry memperlihatkan cirri pada masing – masing videoklip dalam mengemas ide dalam pembuatan videoklip. Perbandingan unsur sinematik pada kedua videoklip yang telah dijabarkan menunjukkan bahwa videoklip buatan korea menjadi inspirasi bagi videoklip buatan Indonesia. Korea membuat kemasan videoklipnya begitu menarik walaupun hanya dengan sedikit tambahan unsur pendukung videoklip tersebut. Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam videoklip Sorry – sorry menjadi inspirasi bagi videoklip ACDC. Ini dikarenakan boyband Indonesia merupakan follower dari trendsetter boyband korea. Selain itu dapat dikatakan bahwa kesamaan yang terdapat pada kedua videoklip tersebut bukan bentuk plagiarism dan juga bukan kreativitas, melainkan bnetuk dedikasi fans terhadap idolanya. Sedangkan untuk perbedaannya yang mencakup dalam hal kostum bias disimpulkan bahwa korea memegang peranan penting dalam hal fashion yang sering disebut dengan Korean style atau Korean fashion (K-Fashion) bahkan disebut – sebut sebagai trendsetter di kawasan Asia sejak tahun 2000. Unik, colorfull, kasual, dan inspiratif itulah beberapa cirri khas gaya busana orang korea, mereka cenderung lebih berani dalam mengeksplorasi gaya berbusana dan mempadu-padankan pakaian yang akan mereka kenakan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 08 Apr 2016 04:20
Last Modified: 08 Apr 2016 04:20
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25593

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo