UMM Institutional Repository

PEMBERITAAN BENCANA ERUPSI GUNUNG KELUD DALAM FOTO Analisis Isi Foto Bencana Erupsi Gunung Kelud dalam Surat Kabar Harian Jawa Pos edisi 14 Februari 2014 - 22 Februari 2014

Kumala, Arlisa (2014) PEMBERITAAN BENCANA ERUPSI GUNUNG KELUD DALAM FOTO Analisis Isi Foto Bencana Erupsi Gunung Kelud dalam Surat Kabar Harian Jawa Pos edisi 14 Februari 2014 - 22 Februari 2014. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-arlisakuma-36458-1-pendahul-n.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-arlisakuma-36458-2-babi.pdf

Download (94kB) | Preview

Abstract

Foto menjadi faktor penting bagi daya tarik sebuah media. Melalui media foto, sebuah surat kabar diharapkan turut andil dalam pemberitaan visual suatu peristiwa. Definisi sederhana dari foto jurnalistik adalah penyajian bukti visual atas sebuah peristiwa yang memiliki nilai berita kepada siapa pun melalui media massa. Bencana erupsi Gunung Kelud yang terjadi beberapa waktu yang lalu, menarik peneliti untuk mengetahui bagaimana pemberitaan bencana tersebut dalam foto. Media cetak yang pilih oleh peneliti adalah Jawa Pos. Periode waktu yang ditentukan peneliti adalah Jawa Pos edisi 14 Februari 2014 - 22 Februari 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis isi adalah metode penelitian dan analisis komunikasi dengan cara yang sistematis, objektif dan kuantitatif dengan tujuan mengukur variabel. Jantung dari analisis isi adalah kategorisasi. Terdapat 5 kategori yang telah ditetapkan peneliti untuk mengetahui bagaimana pemberitaan foto dalam sebuah media, yaitu tema, objek foto, jenis-jenis foto, cara penyajian foto, dan sudut pengambilan foto. Dalam proses koding, tiap foto akan mendapat perlakuan yang sama yaitu dimasukkan ke 5 kategori dalam tabel koding. Dari hasil penelitian yang dilakukan setelah pengkodingan data , Kategori tema dengan total 45 foto, indikator tema sosial muncul sebanyak 23 kali, tema ekonomi muncul sebanyak 18 kali, tema budaya 3 kali, dan tema pendidikan muncul sebanyak 1 kali. Kategori objek foto dari total 45 foto, indikator objek manusia muncul sebanyak 23 kali, objek fasilitas umum 16 kali, dan objek alam muncul sebanyak 6 kali. Kategori jenis foto dengan total 45 foto, indikator news muncul sebanyak 28 kali, dan features muncul sebanyak 17 kali. Kategori penyajian foto dengan total 45 foto, indikator penyajian secara ilustrasi muncul sebanyak 29 kali, dan penyajian secara tunggal muncul sebanyak 17 kali. Sedangkan kategorisasi sudut pengambilan foto dari total 45 foto, indikator bird eye level muncul sebanyak 21 kali, dan eye level muncul sebanyak 20 kali dan frog eye muncul sebanyak 4 kali. Dari hasil koding menunjukkan bahwa Redaksi Jawa Pos lebih banyak memberitakan kehidupan sosial (foto dengan tema sosial) daripada sisi kehidupan yang lain. Begitupula pemilihan objek foto mayoritas memilih manusia atau pengungsi korban bencana erupsi sebagai pemilihan objek foto berita. Untuk kategori jenis foto, Redaksi Jawa Pos memuat jumlah frekuensi tidak terlalu jauh antara jenis foto news dan jenis foto features, yaitu 28 foto berita dan 17 foto features. Hal ini menunjukkan Jawa Pos memiliki standart bagi fotografer untuk membuat foto features dalam sebuah berita. Dalam kategori penyajian foto, Redaksi Jawa Pos memuat 16 Foto tunggal dan 29 foto ilustrasi. Dalam penelitian ini 21 foto (46,67%) sudut pengambilan tinggi atau bird eye level, Redaksi Jawa Pos lebih ingin menampilkan secara overview berbagai kejadian dalam bencana erupsi Gunung Kelud ini. Namun jumlah tersebut hampir sama dengan foto-foto yang sejajar mata, yaitu 20 foto (44,45%). Variasi sudut pengambilan foto dilakukan Redaksi Jawa Pos untuk mengatasi kejenuhan pembaca dan juga untuk mendapatkan pesan foto yang variatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan Redaksi Jawa Pos lebih banyak memberitakan kehidupan sosial (foto dengan tema sosial). Begitupula pemilihan objek foto mayoritas memilih manusia atau pengungsi korban bencana erupsi sebagai pemilihan objek foto berita. Para pengungsi adalah pihak yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan juga masyarakat Indonesia. Secara sosial mereka sangat butuh perhatian lebih dan juga butuh bantuan. Untuk menanggulangi kejenuhan pembaca, Redaksi Jawa Pos memberikan proporsi yang seimbang antara foto news dan foto feature, karena keseimbangan ini menjadi faktor penting yang mengurangi kejenuhan dalam jenis foto yang dimuat. Setiap berita selalu akan butuh visualisasi untuk mempermudah penyampaian pesan, redaksi Jawa Pos menyajikan foto ilustrasi untuk menguatkan teks beritanya. Sudut pengambilan tinggi atau bird eye level lebih sering dilakukan redaksi Jawa Pos karena ingin menampilkan secara overview berbagai kejadian dalam bencana erupsi gunung kelud.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 08 Apr 2016 03:33
Last Modified: 27 Feb 2018 06:10
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25581

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo