UMM Institutional Repository

Pandangan Dalang Tentang Wayang Kulit Purwa sebagai Media Kritik Sosial Politik. (Studi pada Dalang Wayang Kulit seMalang Raya).

Wignyo P, Bagus (2014) Pandangan Dalang Tentang Wayang Kulit Purwa sebagai Media Kritik Sosial Politik. (Studi pada Dalang Wayang Kulit seMalang Raya). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-baguswigny-36462-1-pendahul-n.pdf

Download (76kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-baguswigny-36462-2-babi.pdf

Download (255kB) | Preview

Abstract

Sebenarnya wayang kulit diciptakan adalah untuk mengkritik sebuah kehidupan. Permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan dalang terhadap wayang kulit sebagai media kritik sosial dan politik. “Studi pada Dalang Wayang Kulit Purwa seMalang raya” bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan, pendapat, opini, dan argumentasi dalang tentang wayang kulit sebagai media kritik sosial dan politik. Kritik sosial politik yang ada dalam pagelaran wayang kulit yaitu; Bentuk kritik sosial-politik, Adegan yang mengandung kritik sosial-politik, dan Sasaran kritik sosial politik. Penelitian ini menggunakan metode analisis Deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan cara memilih tujuh informan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan kenyataan yang diperoleh dari hasil , maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum melakukan kritik sosial politik yang ada pada pertunjukan wayang kulit, para dalang melihat dan menganalisis penonton wayang kulit. Dan yang menjadi sasaran kritik sosial politik adalah audiens. Cara yang digunakan dalang dalam melakukan kritik sosial politik pada pertunjukan wayang adalah dengan cara High Context Culture dan Low Context Culture, High Context Culture bersifat semu sedangkan Low Context Culture bersifat blak-blakan. Dalam melakukan kritik sosia politik dengan cara High Context Culture, para dalang tersebut melakukan di daerah yang masyarakatnya mengerti tentang wayang kulit dan masih menjunjung tinggi budaya Jawa, biasanya daerah tersebut berada di kawasan pedesaan. Sedangkan Low Context Culture dilakukan di daerah yang mayoritas masyarakatnya belum mengerti wayang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 08 Apr 2016 03:19
Last Modified: 08 Apr 2016 03:19
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25571

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo