UMM Institutional Repository

ANALISIS TERHADAP PENGATURAN WAJIB SIMPAN RAHASIA KEDOKTERAN DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DI INDONESIA

ARBIANSYAH, YUDI (2014) ANALISIS TERHADAP PENGATURAN WAJIB SIMPAN RAHASIA KEDOKTERAN DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DI INDONESIA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-yudiarbian-35644-2-babi.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-yudiarbian-35644-1-pendahul-n.pdf

Download (694kB) | Preview

Abstract

Rahasia kedokteran berkaitan erat dengan riwayat pasien, Maka rahasia pasien tidak dapat di ungkapkan oleh dokte kepada orang lain tanpa ada persetujuan dari pasien yang bersangkuata, jika hal tersebut dilanggar oleh dokter, maka bisa dikatakan dokter melakukan perbuatan malpratik karena pelanggaran tersebut kesalahan seorang dokter, yang diartikan sebagai suatu perbuatan membocorkan rahasia kedokteran. Penelitian ini mengambil rumusan masalah Bagimana pengaturan tentang wajib simpan rahasia kedoteran ditinjau dari hukum positif di indonesia dan Bagimana sanksi hukum terhadap dokter yang membuka rahasia pasiennya. Penelitian ini menggunakan yuridis normatif, Sumber bahan hukum diperoleh dari peraturan perundang-undangan dan buku-buku atau hasil penelitian dan teknik pengumpulan bahan hukum berupa studi kepustakaan (library Research). Analisa bahan hukum yang digunakan peneliti yaitu menggunakan metode analisis isi. Kemudian hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan wajib simpan rahasia kedoktera di indonesia hanya beberapa pasal saja yang mengatur tentang rahasia kedokteran. Sehingga ada pihak-pihak yang harus diwajibkan untuk menyimpan rahasia kedokteran dan hal-hal yang perlu dirahasiakan dalam rahasia kedokteran. Apabila adadokter yang membocorkan rahasia pasiennya tanpa ada alasan yang jelas maka dikenakan sanksi hukum berupa sanksi perdata, pidana ataupun sanksiadministrasi.Kesimpulannya, Mengingat arti pentingnya rahasia kedokteran di dalam pelayanan kesehatan, maka rahasia kedokteran dituangkan didalam beberapa peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini. Seperti yang diatur didalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik kedokteran. akan tetapi tetap dipandang perlu untuk membuat undang-undang tersendiri tentang wajib simpan rahasia kedokteran. Hal ini disebabkan rahasia kedokteran memiliki peranan yang sanggan vital dalam peraktik kedokteran, karena rahasia kedokteran sedikit banyak memuat data-data pribadi pasien.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 08 Apr 2016 03:06
Last Modified: 08 Apr 2016 03:06
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25563

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo