SHALAT SUNAT SESUDAH SHALAT JUM’AT, SHALAT SUNAT FAJAR, DAN SHALAT SUNAT IFTITAH

Majelis Tarjih, PP Muhammadiyah (2005) SHALAT SUNAT SESUDAH SHALAT JUM’AT, SHALAT SUNAT FAJAR, DAN SHALAT SUNAT IFTITAH. SHALAT SUNAT SESUDAH SHALAT JUM’AT, SHALAT SUNAT FAJAR, DAN SHALAT SUNAT IFTITAH (254).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://repository.umm.ac.id/324/1/Fatwa_04_2005_Sh...

Abstract

Dari hadits tersebut, jelas sekali bahwa shahabat Ibnu Abbas mengerjakan shalat iftitah ma’mum bersama Nabi saw. Hanya perlu perhatian bahwa shalat sunat dilakukan Nabi saw di rumah beliau, bukan di masjid. Tetapi kebanyakan kita sekarang ini melakukan ibadah sunat di masjid; seperti shalat tarawih datang ke masjid, belum melakukan shalat iftitah karena ingin mengerjakan shalat fardlu Isya secara berjamaah lebih dahulu. Sesudah selesai shalat berjamaah Isya, tentu tidak pulang ke rumah lagi karena ingin mendengar ceramah, ini juga suatu kebaikan. Setelah mendengar ceramah baru dilakukan shalat iftitah secara berjamaah atau boleh saja sendirisendiri, tetapi dengan berjamaah akan lebih afdhal. Pendek kata, agama itu mudah, tetapi jangan dimudahmudahkan. *th)

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Tarjih Script
Divisions: Others
Depositing User: Anwar Jasin
Date Deposited: 28 Feb 2012 05:11
Last Modified: 28 Feb 2012 05:11
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/254

Actions (login required)

View Item View Item