UMM Institutional Repository

KONSEP SOSIALISME DALAM PANDANGAN MARX DAN LENIN

Prasetyo.K, Ts. Hendra (2014) KONSEP SOSIALISME DALAM PANDANGAN MARX DAN LENIN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-tshendrapr-37869-1-pendahul-n.pdf

Download (521kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-tshendrapr-37869-2-babi.pdf

Download (314kB) | Preview

Abstract

Sosialisme yang beragam dan di interpretasikan berbeda-beda oleh banyak kalangan baik dilingkungan akademisi maupun bagi mereka yang mengkaji pemikiran Marx, kemudian memunculkan hasrat bagi penulis untuk mengkaji lebih dalam bagaimana seorang Marx dan Lenin memandang sosialisme itu sendiri. Konsep sosialisme Marx dan Lenin yang kemudian dikenal dengan nama ‘sosialisme ilmiah’ sebagai ideology kelas buruh merupakan perjuangan yang sepenuhnya revolusioner. Sosialisme yang dibangun oleh Marx berbeda dengan sosialisme abad ke-19 yang pada umumnya menarik keluar kelas buruh dan masyarakat miskin lainnya dengan percobaan membangun suatu tatanan alternative masyarakat dan dengan sedikit harapan akan adanya belas kasihan dari Negara untuk membiayai komunitas tersebut. Inilah yang membedakan ‘sosialisme ilmiah’dengan mereka (sosialisme lainnya). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tekstual dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui library research. Berbagai sumber data primer yang telah diperoleh tersebut kemudian dikumpulkan, diolah, diidentifikasi, dan dianalisis yang kemudian digunakan untuk mendukung uraian penelitian dalam menjawab rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini. Dari hasil analisa data diperoleh bahwasanya sosialisme dalam pandangan Marx dan Lenin mengikuti alur perkembangan masyarakat yang dalam sudut pandang materialism historis, perubahan dan perkembangan masyarakat terjadi karena adanya factor ekonomi (basis struktur) yang menentukan politik, hukum (supra struktur). Gerak perubahan dari satu fase masyarakat ke bentuk masyarakat yang lebih maju ini dalam kerangka materialisme dialektis terjadi karena kontradiksi internal, yang artinya perjuangan dari masyarakat tersebut karena adanya kontradiksi di dalam masyarakat sebagai factor pokok. Marx melihat bahwa basis penggerak sejarah tersebut secara inhern terdapat dalam kapitalisme yaitu kelas buruh. Kelas proletar inilah yang nantinya akan memiliki kesadaran kelas termaju dengan segenap kekuatannya akan menghasilkan revolusi. Tentunya revolusi ini mengikuti hukum kedua dari materialism dialektik perubahan kuantitas menentukan perubahan kualitas. Artinya bahwa kesadaran akan ketertindasan, perjuangan dan intensitas organisasi dalam melakukan penyadaran (edukasi) menentukan apakah revolusi dapat dimenangkan oleh kelas buruh/kelas proletar. Negasi dari negasi dalam konteks perjuangan kelas buruh ialah dengan kepemilikan pribadi (atas alat produksi) dinegasikan menjadi kepemilikan bersama. Dengan demikian jika fase feudal adalah (tesis), fase kapitalisme (antithesis) dan sosialisme adalah (sintesis). xiv Meskipun Lenin hidup dimana kapitalisme bermetamorfosis dalam tahapan tertingginya yaitu kapitalisme monopoli, tetapi dalam aspek perjuangan dan penyadaran atas kelas tertindas, Lenin mempertajam dan mengembangkan gagasan Marx dalam bentuk praksis revolusioner. Tidak dipungkiri bahwa Marx mengharapkan revolusi akan terjadi di negeri-negeri dimana kapitalisme sedang maju-majunya karena disanalah kelas proletar yang terhisap akan sadar dan akan melakukan revolusi dan menegakkan diktaktor proletariat atau Negara sosialis. Tetapi hal yang demikian tidak terjadi sampai pada tahun 1917 di negeri yang bisa dikatakan terbelakang dalam aspek industry melakukan perjuangan kelas dan melahirkan revolusi dan Negara sosialis pertama di dunia. Lenin kemudian menafsirkan dan mempertajam gagasan Marx dengan kesatuan teori dan praktik revolusioner bahwa revolusi tidak harus menuggu kapitalisme tumbuh subur ketika syarat-syarat akan revolusi sudah terpenuhi. Untuk menunjang keberhasilan dari sebuah revolusi, sebagaimana anjuran Marx, dan pengalaman Lenin sendiri, maka kebutuhan akan adanya partai revolusioner, partai yang beranggotakan kelas buruh yang memiliki kesadaran kelas termaju merupakan hal yang urgen. Dengan adanya partai yang terorganisasi dengan rapi yang beranggotakan kelas professional, maka tugas partai tidak hanya melakukan aksi-aksi dan kerja organisasi, melainkan memberi penyadaran (edukasi) arti penting perjuangan politik kelas buruh dan kelas terhisap lainnya dalam masyarakat. Mengingat Rusia sampai tahun 1903 tidak memiliki lembaga demokratis, maka strategi untuk lahirnya revolusi sosialis ia terjemahkan dengan ‘revolusi dua tahap’. Yang pertama ialah revolusi Februari menumbangkan kekuasaan otokrasi Tsar Nikolai II, dan kedua revolusi Oktober menumbangkan kekuasaan reaksioner pemerintahan sementara. Dengan segenap usaha bersama kelas tertindas lainnya yaitu kelas buruh dan kelas tani, dan elemen masyarakat yang tertindas lainnya, maka revolusi Oktober 1917 dapat dimenangkan oleh rakyat yang selanjutnya transisi menuju sosialisme. Keyword Materialisme Dialektis, Materialisme Historis, Kontradiksi Kelas, Revolusi, Sosialisme.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 06 Apr 2016 09:51
Last Modified: 06 Apr 2016 09:51
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25115

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo