UMM Institutional Repository

MANAJEMEN BENCANA DI INDONESIA ( Studi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang dalam Darurat Bencana Gunung Kelud)

Candra, Noveliawati (2014) MANAJEMEN BENCANA DI INDONESIA ( Studi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang dalam Darurat Bencana Gunung Kelud). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-noveliawat-37511-1-pendahul-n.pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-noveliawat-37511-2-babi.pdf

Download (80kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari penanangan erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta yang mengakibatkan ratusan orang tewas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tanggal 18 November 2010 menjelaskan jumlah korban tewas akibat erupsi Gunung Merapi sebanyak 275 orang, hal tersebut memperlihatkan siklus manajemen bencana Gunung Merapi belum efektif. Minimnya peralatan untuk peringatan dini maupun untuk pendeteksi letusan dan kesadaran yang kuat dari masyarakat untuk melakukan penyelamatan diri menjadi faktor yang mendukung kurang efektifnya manajemen bencana erupsi Gunung Merapi. Hal ini menjadikan penyusun melakukan penelitian serupa di Gunung Kelud. Masalah penanganan bencana menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi bangsa Indonesia. Manajemen bencana pada dasarnya berupaya untuk menghindarkan masyarakat dari bencana baik dengan mengurangi kemungkinan munculnya bahaya maupun mengatasi kerentanan. Dalam penelitian skripsi penyusun menggunakan jenis penelitian deskriptif, dan teknik analisis data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Subyek yang penelitian ini antara lain: Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Anggota Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, serta masyarakat Kabupaten Malang yang wilayahnya terkena erupsi Gunung Kelud. Berdasarkan hasil penelitian BPBD Kabupaten Malang sebagai salah satu badan yang menangani masalah kebencanaan di Kabupaten Malang. BPBD Kabupaten Malang dalam melaksanakan proses penanggulangan bencana, menetapkan suatu keadaan darurat bencana yang dimulai sejak status siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi darurat ke pemulihan. Siaga Darurat adalah suatu keadaan dimana ada potensi bencana. Kegiatan pada status siaga darurat bencana Gunung Kelud yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang yaitu pengajuan SK Bupati Malang tentang penetapan status siaga darurat bencana erupsi gunung kelud, pemetaan kawasan rawan bencana, dan sosialisasi ke masyarakat. Siaga Darurat Gunung Kelud berlangsung 2 hari. Selanjutnya, tanggap darurat merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana. Kegiatan pada saat tanggap darurat bencana yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang, meliputi pencarian dan penyelamatan korban bencana, pertolongan darurat dan evakuasi korban bencana, pemenuhan kebutuhan air bersih, sanitasi, pangan, sandang dan peralatan sekolah, pelayanan kesehatan, memberikan penampungan dan tempat hunian sementara (pengungsian). Pada fase tanggap darurat berlangsung selama 47 hari. Transisi darurat dapat disebut juga fase menuju ke kondisi pemulihan. Kegiatan pada saat transisi darurat bencana Gunung Kelud yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang, yaitu pemulihan sarana dan prasarana vital seperti jalan dan jembatan dapat membantu kegiatan sosial ekonomi masyarakat agar segera berfungsi. Transisi darurat bencana Gunung Kelud Berlangsung selama 21 hari. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penyusun mengidentifikasikan bahwa manajemen bencana yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang dinilai efektif. Minimnya korban bencana akibat erupsi Gunung Kelud menggambarkan bahwa upaya darurat bencana yang dijalankan oleh BPBD Kabupaten Malang sudah berjalan dengan optimal. Merubah pola fikir warga yang berada di kawasan rawan bencana agar lebih tanggap dan cepat dalam mengungsi juga menjadi salah satu saran untuk BPBD Kabupaten Malang agar memaksimalkan kinerjanya dalam melakukan tahap darurat bencana.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 06 Apr 2016 08:38
Last Modified: 06 Apr 2016 08:38
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25071

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo