UMM Institutional Repository

GENETIKA PEWARISAN TRIKOMA PADA DAUN KEDELAI (Glycine max L. Merrill)

Nugraha S., Dinar (2005) GENETIKA PEWARISAN TRIKOMA PADA DAUN KEDELAI (Glycine max L. Merrill). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Other
jiptummpp-gdl-s1-2005-dinarnugra-2079-PENDAHUL-N.PDF

Download (46kB) | Preview

Abstract

Kedelai merupakan tanaman terpenting ketiga di Indonesia setelah padi dan jagung. Banyaknya bidang ragam penggunaan kedelai menyebabkan permintaan akan komoditas tersebut meningkat dari tahun ke tahun (Kasno, 1992) varietas kedelai yang telah dilepas dalam dekade terakhir oleh Departemen Pertanian secara nyata dapat meningkatkan hasil, tetapi hanya mampu mensuplai 56% dari kebutuhan dalam negeri dan sisanya dipenuhi dari impor. Salah satu kendala diantaranya adalah kompleks hama daun yang menyerang kedelai, dengan intensitas kerusakan daun dapat mencapai 60% jika tidak dikendalikan (Soekarna dan Harnoto, 1985). Secara morfologi, trikoma pada daun merupakan alat pelindung dari gangguan luar. Pemanfaatan trikoma untuk pertahanan dapat dimodifikasi melalaui program pemuliaan tanaman, seperti persilangan atau introduksi varietas yang diharapkan dapat memperoleh varietas baru berdaya hasil tinggi dan memiliki trikoma padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gen terhadap kepadatan trikoma serta pola pewarisannya pada daun kedelai hasil persilangan kedelai Willis, G100H dan Ichyou. Penelitian berlangsung di Kebun Percobaan Kendalpayak dan Laboratorium Pemuliaan BALITKABI Malang, sejak bulan April hingga Juni 2004. Bahan yang digunakan adalah 15 genotipe hasil persilangan dan 3 varietas tetua sebagai pembanding. Pengamatan dilakukan pada daun kedelai setelah tanaman berumur 42 hari, dengan menghitung jumlah trikoma. Hasil penelitian menunjukkan : untuk peran gen kepadatan trikoma setelah dihitung dengan uji kesesuaian berdasarkan segregasi Mendel, berbeda nyata dengan X2 tabel pada taraf 0,05 maka gen minor (poligenik) yang berperan. Pola pewarisan trikoma untuk generasi F1, menunjukkan tidak ada dominasi dari tetua jantan dan tetua betinanya karena nilai nisbah potensi berada pada kisaran 0,00 - 0,25. Dan untuk daya waris dari hasil keseluruhan persilangan terdapat pengaruh dari faktor lingkungan dan faktor genetik, karena nilai heritabilitas dalam arti luas tergolong kategori sedang. Pengaruh dari gen yang aditif juga tidak ada karena nilai heritabilitas dalam arti sempit tergolong rendah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Mr Ahzen Habidin Muslim
Date Deposited: 05 Apr 2016 02:43
Last Modified: 05 Apr 2016 02:43
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/24657

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo