UMM Institutional Repository

ANALISA SIFAT FISIK DAN KIMIA PATI UBI JALAR (Ipomea batatas L.) VARIETAS AYAMURASAKI DAN PAKHONG

FAIZAH, NISFATUL (2004) ANALISA SIFAT FISIK DAN KIMIA PATI UBI JALAR (Ipomea batatas L.) VARIETAS AYAMURASAKI DAN PAKHONG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Other
jiptummpp-gdl-s1-2004-nisfatulfa-122-Pendahul-n.PDF

Download (1MB) | Preview

Abstract

Ubi jalar masih dinilai sebagai komoditas inferior, meskipun komoditas ini sudah lama dikenal dan diusahakan oleh petani. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai bentuk-bentuk pengolahan serta belum berkembangnya industri yang menggunakan ubi jalar sebagai bahan baku utama. Kegunaan ubijalar sebenarnya sangat luas, disamping sebagai bahan dasar pembuatan kembang gula, es krim, jelly, saus juga sebagai bahan baku industri kimia, obat-obatan, tekstil, plastik biodegradable dan bahan kosmetik. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperluas pemanfaatan ubi jalar dan sekaligus memberikan nilai tambah pada komoditas ubi jalar, sedangkan secara khusus untuk mengetahui sifat fisik dan kimia pati ubi jalar varietas Ayamurasaki dan Pakhong. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pasca Panen BALITKABI Malang, meliputi sifat fisik dan kimia ubi segar serta sifat fisik dan kimia pati ubi jalar. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pati ubi jalar dari varietas Pakhong mempunyai rendemen 8,93%, derajat putih 84,8%, kadar air 9,12% bk, kadar pati 90,42%bk, amilosa 37,34%bk, sedangkan untuk varietas Ayamurasaki mempunyai rendemen 14,19%, derajat putih 73,75%, lebih rendah dari Pakhong karena kandungan pigmen antosianin yang tinggi. Pati dari varietas Pakhong kadar airnya 7,95% bk, kadar pati 89,78%bk, dan amilosa 34,70%bk. Pati Pakhong memerlukan waktu 21 menit, dan suhu 61,5°C untuk bergelatinisasi sedangkan granula mulai pecah pada memerlukan waktu 25 menit dan suhu 67,5°C. Sementara pati dari varietas Ayamurasaki memerlukan waktu 29 menit untuk bergelatinisasi dan suhu 73,5°C untuk dapat bergelatinisasi, granula pecah pada suhu 88,5°C setelah 39 menit. Konsistensi gel kedua varietas termasuk lunak sedangkan rata-rata ukuran granula pati kedua varietas adalah 10 µm, dengan bentuk dominan adalah hexagonal. Dari kedua varietas ubi jalar yang diteliti, varietas Ayamurasaki sesuai untuk tujuan pengolahan pati karena rendemennya relatif tinggi, namun derajat putihnya relatif rendah. Sehingga produk yang cocok adalah digunakan untuk produk-produk yang tidak begitu memprioritaskan warna.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education (84205)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 04 Apr 2016 11:30
Last Modified: 04 Apr 2016 11:30
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/24559

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo