UMM Institutional Repository

PENGARUH JENIS TELUR DAN TEMPERATUR PENGERINGAN TRAY DRYING TERHADAP KUALITAS TELUR BUBUK

Ameiliyah, Yuyun (2004) PENGARUH JENIS TELUR DAN TEMPERATUR PENGERINGAN TRAY DRYING TERHADAP KUALITAS TELUR BUBUK. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Other
jiptummpp-gdl-s1-2004-yuyunameil-758-pendahul-n.PDF

Download (61kB) | Preview

Abstract

Telur merupakan salah satu hasil dari peternakan unggas yang mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap. Masa simpan telur adalah 5-7 hari setelah itu terjadi penurunan kualitas (Hadiwiyoto, 1983). Untuk memperpanjang masa simpan telur dapat dilakukan pengawetan salah satunya adalah dengan menghilangkan sebagian air dalam telur (dehidrasi). Metode pengeringan yang dapat dilakukan adalah tray drying, spray drying dan freeze drying (Buckle, 1987). Metode pengeringan dengan tray drying mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang besar. Dalam pengeringan telur harus diperhatikan temperatur yang digunakan karena hal ini dapat mempengaruhi kadar air, kadar protein dan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis telur terhadap kualitas telur bubuk dengan pengeringan metode tray drying dan untuk mengetahui pengaruh temperatur pengeringan metode tray drying terhadap kualitas telur bubuk. Populasi dalam penelitian ini adalah telur ayam ras, telur ayam kampung dan telur itik yang berumur 1 hari dengan berat telur ayam ras ± 65 g per butir, telur ayam kampung ± 50 g per butir dan telur itik ± 65 g per butir. Sampel yang digunakan masing masing sebanyak 1500 g lalu dijadikan telur bubuk. Sampel diambil secara purposive sampling. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu variabel bebasnya adalah jenis telur dan temperatur pengeringan, variabel terikatnya adalah kadar air, kadar protein dan kadar kolesterol. Sedangkan variabel kendalinya adalah lama pengeringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor I adalah jenis telur yang terdiri dari 3 level yaitu telur ayam ras (A1), telur ayam kampung (A2) dan telur itik (A3). Faktor II adalah temperatur pengeringan yang terdiri dari 4 level yang terdiri dari 50 °C (B1), 55 °C (B2), 60 °C (B3) dan 65 °C (B4). Dari hasil perlakuan tersebut dihasilkan 36 kombinasi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jenis telur dan temperatur pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol telur bubuk. Sedangkan pada hasil uji Duncan’s 5 % menunjukkan perlakuan jenis telur ayam ras dengan temperatur pengeringan 55 °C didapatkan kadar air minimal yaitu sebesar 3,6933 %, sedangkan jenis telur ayam kampung dengan temperatur pengeringan 55 °C didapatkan kadar protein maksimal sebesar 51,4637 %.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education (84205)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 04 Apr 2016 10:32
Last Modified: 04 Apr 2016 10:32
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/24528

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo