UMM Institutional Repository

PERAN PENGAMBEK SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN INFORMAL DALAM SISTEM PERIKANAN TANGKAP (Studi Kasus Kemitraan Pembiayaan Nelayan Sekoci di Sendang Biru Kabupaten Malang)

Erfan, Jumal (2015) PERAN PENGAMBEK SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN INFORMAL DALAM SISTEM PERIKANAN TANGKAP (Studi Kasus Kemitraan Pembiayaan Nelayan Sekoci di Sendang Biru Kabupaten Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-jumalerfan-38460-1-pendahul-n.pdf

Download (393kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-jumalerfan-38460-2-babi.pdf

Download (96kB) | Preview

Abstract

Nelayan kapal sekoci di Sendang Biru yang mempunyai karakteristik padat modal menggunakan jasa pengambek dalam hal pembiayaan operasioanal melaut. Hal itu dilakukan untuk mendukung aktivitas nelayan dalam keberlanjutan usahanya. Namun konsekuensi dari pola hubungan tersebut adalah 1) nelayan harus melimpahkan sepenuhnya kepada pengambek dalam hal penjualan ikan hasil tangkapan, 2) pengambek menerima bagian fee 5% dari hasil penjualan ikan setelah dipotong retribusi. Tujuan penelitian adalah pola kerjasama, hak dan kewajiban, sistem bagi hasil antara pengambek dan nelayan, biaya investasi, serta keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan analisis finansial yang ditinjau dari aspek penerimaan, keuntungan, profitability ratio dan imbangan penerimaan dan biaya (revenue-cost ratio). Obyek penelitian ditentukan secara purposive sampling yaitu dengan menentukan informan kunci yang berdasarkan informasi awal, informan kunci kemudian menunjuk informan lain (pengambek) yang relevan. Metode yang digunakan adalah deskriptif bersifat studi kasus. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambek nelayan sekoci di Sendang Biru. Data yang diperoleh berupa laporan keuangan pada tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kerjasama antara pengambek dengan nelayan adalah dalam hal biaya permodalan melaut, sedangkan kerjasama antara pemilik kapal dengan calon nahkoda dan ABK adalah dengan cara perekrutan dan juga inisiatif calon ABK. Kewajiban pengambek yaitu membiayai seluruh kebutuhan nelayan, dan berhak mendapatkan fee sebesar 5%. Sedangkan kewajiban nelayan yaitu menjalankan dan merawat alat produksi serta mendapatkan hak menerima bagian hasil dari produksi. Sistem bagi hasil yaitu pengambek mendapat fee 5%, sedangkan pemilik kapal mendapat 6/12 bagian, nahkoda 2/12 bagian sedangkan untuk ABK mendapat 1/12 bagian. Total biaya investasi yang dikeluarkan pengambek adalah sebesar Rp. 3.925.647.754,- dengan keuntungan yang didapat sebesar Rp. 582.929.293,- pemilik kapal memperoleh Rp. 2.622.211.870,- per-tahun, nahkoda memperoleh Rp. 874.070.632,- per-tahun, sedangkan ABK (4 orang) memperoleh Rp. 437.035.312,- per-tahun.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Husbandry > Department of Fishery / Aquaculture (54250)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 04 Apr 2016 03:19
Last Modified: 04 Apr 2016 03:19
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/24286

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo