UMM Institutional Repository

PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI ASAM ORGANIK DAN PROBIOTIK (Lactobacilus casei dan Saccharomyces cerevisiae) TERHADAP KUALITAS SILASE IKAN DENGAN WAKTU FERMENTASI BERBEDA

Hidayat, Muhammad Khairul (2014) PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI ASAM ORGANIK DAN PROBIOTIK (Lactobacilus casei dan Saccharomyces cerevisiae) TERHADAP KUALITAS SILASE IKAN DENGAN WAKTU FERMENTASI BERBEDA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-muhammadkh-36416-2-babi.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-muhammadkh-36416-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perikanan, Laboratorium Biologi dan Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni sampai Juli 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi antara asam-asam organik dan probiotik dengan lama fermentasi mana yang memberikan produk silase terbaik dinilai dari kualitas kimia, fisika dan biologi silase ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan ANAVA. Dalam penelitian ini terdapat delapan belas perlakuan yaitu kombinasi antara lima jenis asam organik (asam Format, asam Benzoat, asam Sorbat, asam Sitrat dan asam Asetat) dan molase ditambah probiotik (Lactobacillus casei dan Saccharomyces cerevisiae) yang dikombinasikan dengan lama fermentasi 3, 7 dan 14 hari. Bahan lainnya yang digunakan ialah ikan rucah, satu set bahan analisis protein kasar, satu set bahan analisis lemak kasar, satu set bahan uji Mikroba, satu set bahan uji Salmonella dan satu set bahan uji Kapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis asam organik dan probiotik berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein kasar dan lemak kasar silase ikan rucah dengan kisaran nilai protein kasar silase ialah 30,406% - 40,01% dan nilai lemak kasar berkisar antara 4,804% - 5,844%. Silase ikan yang dibuat dengan menggunakan molase dan probiotik dengan lama fermentasi 14 hari memberikan nilai protein kasar dan lemak kasar tertinggi yaitu 40,01% dan 5,844% walaupun pada dasarnya berdasarkan nilai lemak kasar semua perlakuan dapat direkomendasikan dalam pembuatan silase ikan karena nilai lemak yang dihasilkan masih berada dalam range nilai lemak yang dapat ditolerir oleh ikan. Kemudian warna coklat muda dihasilkan oleh perlakuan dengan menggunakan asam Benzoat dan asam Asetat dengan lama fermentasi 7 hari, kemudian aroma khas ikan segar silase ikan dihasilkan dari perlakuan asam Format dengan lama fermentasi 3, 7 dan 14 hari dan perlakuan asam Sorbat dengan lama fermentasi 3 hari. Kemudian pada pengukuran biologis yang meliputi total koloni mikroba, total koloni Salmonella dan total koloni Kapang didapatkan bahwa jumlah koloni mikroba berkisar antara 106 x 101 - 36 x 103 dan Salmonella berkisar antara 1 x 101 - 19 x 103 . Jumlah total koloni mikroba dan Salmonella terendah yaitu pada perlakuan molase dan probiotik dengan lama fermentasi 7 dan 14 hari sedangkan jumlah total koloni Kapang berkisar antara 70 x 101 - 28 x 104 dan total koloni terendah yaitu pada perlakuan asam Format dengan lama fermentasi 7 hari Selain itu pada perlakuan ini, jumlah total koloni mikroba, total koloni Salmonella dan total koloni kapang terendah dibanding perlakuan lainnya. Sedangkan perlakuan dengan kandungan protein kasar dan lemak kasar terendah yaitu pada perlakuan asam format dengan lama fermentasi 7 hari yaitu sebesar 30,4% dan 4,084% dengan warna silase yang dihasilkan pada perlakuan ini abu-abu dan aroma silase yang dihasilkan pada perlakuan ini yaitu beraroma ikan segar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil analisa kimiawi menunjukkan bahwa protein kasar tertinggi silase ikan yaiu pada perlakuan menggunakan molase dan probiotik pada lama fermentasi 14 hari dengan nilai protein kasar sebesar 40,01%, nilai lemak kasar berkisar antara 4,804%-5,844 dan nilai lemak dari semua perlakuan dapat direkomendasikan dalam pembuatan silase ikan, warna silase ikan yang terbaik dihasilkan oleh perlakuan asam Benzoat dan asam Asetat lama fermentasi 7 hari, kemudian aroma terbaik silase didapatkan dari perlakuan asam Format dengan lama fermentasi 3, 7 dan 14 hari dan perlakuan asam Sorbat dengan lama fermentasi 3 hari. Kemudian jumlah koloni mikroba dan Salmonella terendah yaitu pada perlakuan molase dan probiotik dengan lama fermentasi 7 dan 14 hari sedangkan jumlah total koloni kapang terendah yaitu pada perlakuan asam Format dengan lama fermentasi 7 hari. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini ialah masih perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah semakin lama fermentasi maka semakin meningkat pula protein silase terutama pada perlakuan biologis yang menunjukkan bahwa semakin lama waktu fermentasi maka nilai protein semakin meningkat selain perlu juga dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui lama simpan terhadap silase ikan agar diketahui dengan pasti daya tahan silase setelah dibuat atau masa expired dari silase ikan. Sedangkan untuk lama fermentasi yang disarankan untuk pembuatan silase ikan ialah selama 14 hari. Kata Kunci : protein kasar, lemak kasar, aroma, warna, total koloni mikroba, total koloni Salmonella dan total koloni kapang

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Husbandry > Department of Fishery (54242)
Depositing User: Mrs Fatimah Azzahra
Date Deposited: 04 Apr 2016 02:52
Last Modified: 04 Apr 2016 02:52
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/24269

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo