Qarun dan Pemberhalaan ‘Duit’

HARIYANTO, MUHSIN (2010) Qarun dan Pemberhalaan ‘Duit’. Suara Muhammadiyah Edisi 02 (14478).

[img]
Preview
Text
04.pdf

Download (104kB) | Preview

Abstract

Qarun adalah sebuah nama yang sangat fenomenal. Ia hidup di masa Fir’aun dan Musa dengan ‘duit’ (baca: harta-benda) berlimpah. Tetapi, ia lupa bersyukur dan bahkan bersikap kufur. Dengan sikap rakus dan sombongnya dia tepuk-dadanya dan – dengan lantang – berteriak: “Inilah aku”. Dia lupa bahwa semua yang dia miliki adalah titipan Allah yang harus dikembalikan dengan sikap syukurnya. Dia kesampingkan ibadahnya, dan – pada akhirnya – dia pun harus meyesali semuanya. Dia tenggelam bersama hartanya karena azab Allah.

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles
Divisions: Others
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 17 Apr 2012 02:26
Last Modified: 17 Apr 2012 02:26
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/2303

Actions (login required)

View Item View Item