HARIYANTO, MUHSIN (2010) Kesetiakawanan Sosial: Persaudaraan Islami atau Antar Muslim (2). Suara Muhammadiyah Edisi 18 (14566).
|
Text
05.pdf Download (161Kb) | Preview |
Abstract
Menarik untuk diketengahkan, bahwa Al-Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi saw – dalam pengamatan M Quraish Shihab — tidak merumuskan definisi persaudaraan (ukhuwwah), tetapi yang ditempuhnya adalah memberikan contoh-contoh praktis. Pada umumnya contoh-contoh tersebut berkaitan dengan sikap kejiwaan, atau tercermin — misalnya — dalam Hadits Nabi saw antara lain. Semua itu wajar, karena sikap batiniahlah yang melahirkan sikap lahiriah. Demikian pula, bahwa sebagian dari redaksi ayat dan Hadits yang berbicara tentang hal ini dikemukakan dengan bentuk larangan. Ini pun dimengerti bukan saja karena at-takhliyah (menyingkirkan yang jelek) harus didahulukan daripada at-tahliyah (menghiasi diri dengan kebaikan), melainkan juga karena “melarang sesuatu mengandung arti memerintahkan lawannya, demikian pula sebaliknya.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles |
| Divisions: | Others |
| Depositing User: | Rayi Tegar Pamungkas |
| Date Deposited: | 17 Apr 2012 02:09 |
| Last Modified: | 17 Apr 2012 02:09 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/2298 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
