HARIYANTO, MUHSIN (2010) DZIKIR DAN KESHALIHAN SOSIAL. Suara Muhammadiyah Edisi 03 (14499).
|
Text
08.pdf Download (80Kb) | Preview |
Abstract
Mas Thole, panggilan akrab pemilik nama lengkap “Budi Siswanto”, menerjemahkan gagasan “Segoro Amarta” (Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta)-nya dengan pembuktian bahwa budaya ’kebersamaan’ bisa diwujudkan menjadi ’etos kerja’-nya dan juga (etos kerja) seluruh komponen masyarakat yang mau mengerti arti pentingnya semangat ukhuwwah, yang akhirnya berbuah (menjadi) emaslahatan kolektif. Pembuktian kongkretnya adalah kerjasama antarkompenen masyarakat yang dimulai sendiri oleh Mas Thole (Sang Pemungut Sampah) – dengan semangat ibda’ bi nafsik – bersama seluruh anggota masyarakat di ampungnya. Sampah-sampah berserakan – yang oleh sebagian orang dianggap tak berguna – pun terangkut, diterima oleh para pengolah (sampah), dan berakhir pada produk unggulan ’daur-ulang’ (sampah), menjadi sejumlah komoditas yang layak jual dan juga layak pakai.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles |
| Divisions: | Others |
| Depositing User: | Rayi Tegar Pamungkas |
| Date Deposited: | 17 Apr 2012 02:05 |
| Last Modified: | 17 Apr 2012 02:05 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/2296 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
