UMM Institutional Repository

PERSUASI POLITIK DALAM FILM HOLLYWOOD ( Analisis Isi Film The Iron Lady Karya Phyllida Lloyd )

RACHMANTO, HENDIK (2015) PERSUASI POLITIK DALAM FILM HOLLYWOOD ( Analisis Isi Film The Iron Lady Karya Phyllida Lloyd ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-hendikrach-41358-1-pendahul-n.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-hendikrach-41358-2-bab1.pdf

Download (307kB) | Preview

Abstract

Salah satu yang akan menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah film. Sebagai sebuah produk media audio visual, film dapat di artikan sebagai sebuah pengutaraan pesan atau ide dengan pertolongan gambar gambar, gerak dan suara. Pada saat yang sama perkembangan film tak pernah terlepas dari pergolakan yang terjadi di ranah sosial, budaya, politik dan ekonomi. Karena alasan-alasan tersbut, tidak heran jika kemudian film sering menjadi sasaran regulasi dan kebijakan pemerintah. Demikianlah film, satu media yang yang terus-menerus mengalami perubahan dan merespon situasi di sekelilingnya. Dalam kaitan pesan yang dibawa film, sejarah film dunia mencatat bahwa film selalu tidak terlepas dari persoalan politik atau kekuasaan. Film yang syarat akan muatan politik adalah film The Iron Lady. Film The Iron Lady menawarkan sebuah kisah yang mampu memberikan semangat bagi semua orang untuk berkarya dan berjuang keras demi membangun negaranya. Berkisah tentang kehidupan Margareth Thatcher di masa mudanya yang berjuang sangat keras untuk meraih kedudukan di parlemen. Demi mencapai tujuannya tersebut, Margareth tentunya mendapat berbagai hambatan, salah satunya adalah diskriminasi gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis distribusi frekuensi. Unit yang digunakan dalam penelitian ini adalah setiap scene yang dijelaskan melalui akting dan dialog yang menunjukkan unsur persepsi politik yang sesuai dengan kategori yang telah ditentukan dalam film The Iron Lady. Dari hasil penelitian yang dilakukan setelah dilakukan pengkodingan data, didapatkan kategori fear appeal muncul sebanyak 19 scene, dengan rincian indikator kekuasaan muncul sebanyak 11 scene (57,9%) dengan total durasi 486”, indikator ancaman muncul sebanyak 8 scene (42.1%) dengan total durasi 336”. Kategori emmotional appeal muncul sebanyak 26 scene dengan rincian indikator agama muncul sebanyak 3 scene (11,54%) dengan total durasi 144”, indikator etnis muncul sebanyak 2 scene (7,69%) dengan total durasi 78”, indikator kesenjangan ekonomi muncul sebanyak 8 scene (30,77%) dengan total durasi 314”, dan indikator diskriminasi kaum minoritas muncul sebanyak 13 scene (50%) dengan total durasi 440”. Kategori reward appeal muncul sebanyak 11 scene dengan rincian indikator janji/iming-iming muncul sebanyak 7 scene (63,64%) dengan total durasi 232”, dan indikator hadiah muncul sebanyak 4 scene (36,36%) dengan total durasi 170”. Sedangkan kategori humoris appeal muncul sebanyak 13 scene dengan rincian indikator pertunjukan muncul sebanyak 7 scene (53,8%) dengan total durasi 349”. Indikator intermeso muncul sebanyak 6 scene (46,15%) dengan total durasi 425”. Dengan demikian total 69 scene (72,6%) dengan total durasi 2974” yang mengandung unsur persuasi politik dari total keseluruhan scene film The Iron Lady yaitu 95 scene. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan persentase indikator diskriminasi kaum minoritas mempunyai frekuensi kemunculan scene lebih banyak dari pada indikator lain. Indikator tersebut menampilkan bagaimana kaum minoritas terutama kaum perempuan pada saat itu didiskriminasikan namun salah satu bukti nyata dan sosok legendaris yang menepis anggapan tersebut adalah Margaret Thatcher. Sebagai seorang wanita yang ambisius, Thatcher telah berhasil menjadi Perdana Menteri wanita pertama di Inggris dan masa jabatannya pun terhitung paling lama di abad 20 ini meskipun dalam perlajanannya mendapatkan banyak rintangan karena mendapatkan diskriminasi kaum perempuan atau minoritas tapi Margareth berhasil membuktikan lewat cara berpolitiknya yang berhasil.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: Ida Fitriani Noor
Date Deposited: 28 Mar 2016 04:56
Last Modified: 28 Mar 2016 04:56
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/22707

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo