UMM Institutional Repository

ANALISIS BATAS USIA BOLEH MENIKAH DALAM PASAL 7 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN, UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK DAN MADZHAB SYAFI’I

HIKMAH, HADIATUL (2015) ANALISIS BATAS USIA BOLEH MENIKAH DALAM PASAL 7 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN, UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK DAN MADZHAB SYAFI’I. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan disebutkan bahwa “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita mencapai umur 16 (enam belas) tahun.” Dan Madzhab syafi’i yang membolehkan menikah laki-laki dan perempuan pada usia 15 (lima belas) tahun, ini tidak sebanding dengan Undang-Undang Perlindungan Anak yang menyebutkan definisi anak adalah dari masih janin dalam kandungan sampai berumur 18 (delapan belas) tahun. Bertitik tolak dari kesenjangan usia dalam menikah penulis merumuskan masalah dengan menganalisis batas usia boleh menikah menurut pasal 7 ayat 1 Undang-Undang perkawinan Nomor 1 tahun 1974, Undang-Undang perlindungan anak dan madzhab syafi’i serta kritik terhadap undang-undang tersebut. Sehingga dihasilkan batas usia boleh menikah yang dapat dijadikan acuan untuk mencapai tujuan perkawinan yang ideal.Penelitian ini menggunakan pendekatan Normatif dan termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. Sedangkan sifat penelitian ini adalah Diskriptif-Analisis-Komparatif yaitu menjelaskan konsep-konsep pembatasan umur minimal dalam perkawinan kemudian dibandingkan serta di analisis dari data-data yang diperoleh.Rumusan batas usia boleh menikah yang terbaik untuk melangsungkan sebuah perkawinan yakni 20 (dua puluh) tahun untuk perempuan, dan 25 (dua pilih lima) untuk laki-laki, dengan melihat dari beberapa aspek diantaranya kematangan secara biologis (baligh), psikologis dan ekonomi (arrusyd). Dalam hal ini penentuan usia akan memberikan banyak kemanfaatan bagi pasangan suami istri, karena perkawinan bukan hanya saja menghalalkan hubungan laki-laki dan perempuan akan tetapi untuk bagaimana menjadikan perkawinan perbuatan muamalah yang bernilai ibadah dibutuhkan persiapan yang baik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JX International law
K Law > K Law (General)
K Law > KF United States Federal Law
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: CKO Repository
Date Deposited: 24 Mar 2016 07:07
Last Modified: 24 Mar 2016 07:07
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/22133

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo