UMM Institutional Repository

ANALISIS KESENJANGAN PENDAPATAN KOTA/KABUPATEN PROPINSI JAWA TIMUR 2008 - 2012

KURNIAWAN, TRIO (2015) ANALISIS KESENJANGAN PENDAPATAN KOTA/KABUPATEN PROPINSI JAWA TIMUR 2008 - 2012. Other thesis, university of muhammadiyah malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-triokurnia-40021-1-pendahul-n.pdf

Download (284kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-triokurnia-40021-2-babi.pdf

Download (76kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi regional di Kabupaten/Kota Propinsi Jawa Timur tahun 2008 -2012 dan untuk menganalisis tipologi ekonomi regional di Kota / Kabupaten Propinsi Jawa Timur Data-data yang digunakan adalah data sekunder yang yang tidak diambil secara langsung dari lapangan, tetapi data yang sudah diolah sebelumnya dan dipublikasikan oleh instansi yang berkompeten bersumber dari data base Badan Pusat Statistik, seperti data PDRB, Data Pendapatan Perkapita, Data Jumlah Penduduk. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan Analisis Perumbuhan, Indeks Williamson Tipologi Klassen Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dari kurun waktu tahun 2008-2012. Dimana rata-rata pertumbuhan ekonomi untuk seluruh kabupaten kota propinsi Jawa Timur tahun 2009 sebesar 8.23 %, Tahun 2010 sebesar 7.36 % Tahun 2011 sebesar 7.23 %, tahun 2012 sebesar 7.15. Analisis kesenjangan pendapatan memakai Indeks Wiliamson menghasilkan koefisien yang berkisar antara 1.07 hingga 1.14. Nilai indeks tersebut sebenarnya memberikan indikasi bahwa kesenjangan yang terjadi antar kabupaten/ kota di Jawa Timur relatif tinggi dalam kurun waktu tahun 2008 sampai tahun 2012. Pembagian wilayah menurut tipologi Klassen terdapat 4 tipologi yaitu Tipologi I: Daerah maju dan berkembang pesat yaitu Kabupaten Gresik. Tipologi II : Daerah berkembang cepat yaitu BojonegoroKota Batu. Tipologi III : Daerah Daerah maju tetapi tertekan yaitu Sidoarjo. Kota Kediri. Kota Malang. Kota Probolinggo. Kota Mojokerto, Kota Madiun dan Kota Surabaya. Tipologi IV: Daerah relatif tertinggal yaitu Pacitan. Ponorogo. Trenggalek. Tulungangung. Blitar. Kediri. Malang. Lumajang. Jember. Banyuwangi. Bondowoso. Situbondo. Probolinggo. Pasuruan. Mojokerto. Jombang. Nganjuk. Madiun. Magetan. Ngawi. Tuban. Lamongan. Bangkalan. Sampang. Pamekasan. Sumenep. Kota Blitar. Kota Pasuruan Berdasarkan simpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan adalah Pemerintah Propinsi Jawa Timur diharapkan selalu mengadakan pengkajian terhadap besaran kesenjangan yang terjadi di daerahnya untuk pengambilan kebijakan yang lebih komprehensif. Pemerintah Propinsi Jawa Timur diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan sektor industri terutama industri kecil atau rumah tangga dan sektor jasa-jasa (seperti jasa hiburan, kemasyarakatan, perorangan, sosial), yang perkembangannya paling berpotensi sebaiknya lebih difokuskan lagi dalam pengelolaanya sehingga diharapkan nantinya dapat memberikan kontribusi sumbangan PDRB yang lebih besar dalam perekonomian daerah, sedangkan untuk sektor yang kurang memiliki potensi sebaiknya tetap diperhatikan dalam pengelolaanya agar perkembangan struktur PDRB akan menjadi seimbang

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Faculty of Economics > Department of Development Economics
Depositing User: CKO Repository
Date Deposited: 23 Mar 2016 09:34
Last Modified: 04 Jan 2018 02:56
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/21928

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo