UMM Institutional Repository

STRATEGI PENGELOLAAN OBYEK WISATA PANTAI AMAL PASCA PEMEKARAN DAERAH (Studi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan, Kalimantan Utara)

YOLANDA, DETALIA (2015) STRATEGI PENGELOLAAN OBYEK WISATA PANTAI AMAL PASCA PEMEKARAN DAERAH (Studi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan, Kalimantan Utara). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-detaliayol-39242-1-pendahul-n.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-detaliayol-39242-2-babi.pdf

Download (520kB) | Preview

Abstract

Pantai Amal merupakan kawasan yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Tarakan sebagai sub pusat kawasan rekreasi. Obyek wisata pantai amal ini merupakan salah satu obyek wisata favorite kota Tarakan yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan merupakan kawasan pantai yang menjadi lokasi pertama pendaratan tentara Jepang ketika mengalahkan Belanda. Selain keindahan pantai, wisata kuliner seperti kapah menjadi tujuan utama para wisatawan sehingga obyek wisata pantai amal ini sangat berpotensi untuk dikembangkan. Namun karena tidak adanya pengelolaan terhadap obyek wisata ini, kawasan obyek wisata pantai amal menjadi tidak terawat dan terbengkalai. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan dalam mengelola obyek wisata pantai amal pasca pemekaran daerah serta faktor penghambat dalam pengelolaan obyek wisata pantai amal dari sebelum pemekaran hingga pasca pemekaran daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Tarakan dalam mengelola obyek wisata pantai amal pasca pemekaran daerah dan mendeskripsikan faktor penghambat yang dihadapi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan dalam mengelola obyek wisata pantai amal dari sebelum pemekaran hingga pasca pemekaran daerah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan data primer dan skunder. Penentuan informan diperoleh dengan teknik sampling purposive, terdiri dari Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kasi Sarana dan prasarana Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kasi Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Staf Kelurahan Pantai Amal, Duta Pariwisata Kota Tarakan, Warga sekaligus pemilik toko tradisional di sekitar kawasan obyek wisata pantai amal. Lokasi penelitian di kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan dan obyek wisata pantai amal. Tahapan dalam teknik analisa data, yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa strategi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan dalam pengelolaan obyek wisata pantai amal pasca pemekaran daerah terdiri dari tahapan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuatting), dan pengawasan (controlling). Kegiatan-kegiatan dalam tahapan tersebut antara lain dalam bentuk peningkatan sarana dan prasarana yang menunjang obyek wisata pasca pemekaran daerah, peningkatan promosi pariwisata, peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata, peningkatan apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pariwisata. Adapun faktor penghambat dalam pengelolaan obyek wisata Pantai Amal dari sebelum pemekaran hingga pasca pemekaran daerah dapat dikategorikan dalam dua kategori, yaitu (1) faktor eksternal meliputi kurangnya kesadaran masyarakat dan sangketa lahan; (2) faktor internal meliputi kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang berbasis kepariwisataan di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan, kurangnya pembinaan dan penyuluhan, serta kurangnya anggaran. Dalam pengelolaan obyek wisata pantai amal pasca pemekaran daerah cukup baik tetapi masih belum maksimal. Pengelolaan yang belum maksimal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor eksternal maupun faktor internal. Hal ini dikarenakan masih rendahnya peranan swasta dan rendahnya apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan obyek wisata pantai amal. Sehingga perlunya peningkatan kerjasama antara pemerintah dengan swasta dan peningkatan apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan obyek wisata pantai amal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience (65201)
Depositing User: CKO Repository
Date Deposited: 23 Mar 2016 04:11
Last Modified: 23 Mar 2016 04:11
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/21748

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo