UMM Institutional Repository

KRITIK SOSIAL PADA IKLAN ROKOK DJARUM 76 FILTER VERSI PEMIMPIN JUJUR (Analisis Semiotik)

Supramono, Anggi Dwi (2015) KRITIK SOSIAL PADA IKLAN ROKOK DJARUM 76 FILTER VERSI PEMIMPIN JUJUR (Analisis Semiotik). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-anggidwisu-38817-1-pendahul-n.pdf

Download (333kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-anggidwisu-38817-2-babi.pdf

Download (218kB) | Preview

Abstract

Pada perkembangan pertelevisian yang semakin pesat membuat iklan bagian penting dari perkembangan tersebut. Iklan bukan lagi menjadi pelengkap dalam program televisi melainkan berubah menjadi tontonan yang menarik untuk dinikmati, karena iklan dikemas baik dalam sinematografi maupun penggunaan teknologi yang cangih. Iklan Djarum 76 Fil Gold yang di kemas dengan ciri khas Jin dan parodi yang selalu kritis terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat. Baik itu mengkritisi masyarakat itu sendiri maupun mengkritisi kinerja aparat pemerintah. Banyak versi dalam iklan rokok Djarum 76 Fil Gold mulai dari terdampar hingga eksis diman-mana. Peneliti tertarik meneliti iklan Djarum 76 Fil Gold versi “pemimpin jujur” yang mana iklan ini bercerita tentang seorang calon pemimpin yang berambisi besar untuk terpilih menjadi pemimpin yang jujur, tegas dan bisa dipercaya hingga kahirnya meminta bantuan kepada Jin untuk melancarkan langkahnya. Namun setelah permintaan dikabulkan oleh Jin, calon pemimpin yang didampingi oleh istrinya berorasi di depan audiens hingga akhirnya berkata dengan sangat jujur, tegas dan bisa di percaya yang sesuai dengan rencana dan isi hatinya. Hal itu yang akhirnya mengakibatkan istrinya marah dan audiens mencemooh calon pemimpin. Setelah itu akhirnya calon pemimpin yang malu tidak terpilih mengadu kepada Jin sambil bertanya kok bablas Jin. Namun Jin yang sudah mengabulkan permintaan calon pemimpin malah tertawa dan berkata jujurkan. Untuk mengungkap makna tanda yang terdapat dalam iklan tersebut memakai model Pierce dan Barthes. Dalam Pierce data dikelompokkan sesuai denan jenis dari tanda apakah termasuk kedalam ikon, indeks ataupun simbol yang merupakan representasi yang akan menimbulkan interpretasi mengenai iklan tersebut. Sedangkan pada Barthes pemaknaan atas tanda dilakukan dengan dua tingkat yaitu denotasi dan konotasi. Metode penelitian adalah interpretatif yang mana dalam penelitian ini akan membuat interpretasi peneliti terhadap objek yang diteliti. Namun interpretasi peneliti akan disesuaikan dengan konsep-konsep dan masalah dalam penelitian. Interpretasi ini didasarkan atas analisa semiotik yang secara garis besar merupakan analisis tanda. sebagai unit analisis data adalah teknik pengambilan gambar (shot), angle, visual dan audio. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan sumber datanya dengan cara mengunduh gambar dari youtube serta melakukan pencatatan adegan yang ada dalam cerita iklan tersebut. Data yang juga mendukung penelitian adalah dengan menggunakan data kepustakaan dan internet. Data kemudian dianalisis secara tekstual dan untuk memudahkan dibuat tabel penelitian dengan maksud untuk mengetahui kode-kode yang tersembunyi sesuai dengan makna tanda yang dipakai Pierce dan Barthes. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa iklan rokok Djarum 76 Fil Gold versi “Pemimpin Jujur” ini mengandung pesan kritik sosial dalam bentuk sindiran terhadapa calon pemimpi maupun masyarakat. Iklan tersebut memperlihatkan bagaimana calon pemimpin yang meminta bantuan kepada Jin untuk memulukan langkahnya dan meyakinkan audiens agar memilih calon pemimpin tersebut. Secara keseluruhan iklan rokok Djarum 76 Fil Gold ini mengkritisi kinerja calon pemimpin yang tidak jujur, tegas dan tidak bisa dipercaya. Selain itu juga mengkritisi pemimpin atau aparat pemerintah yang memanfaatkan momentum jabatannya untuk memperkaya dan mementingkan diri sendiri. Serta mengkritisi budaya masyarakat yang masih percaya dengan hal-hal yang berbau klenik atau ghaib dan juga kepada masyarakat agar lebih pintar dan kritis untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat itu sendiri. Namun dibalik kritik sosial yang digambarkan dalam iklan rokok Djarum 76 Fil Gold ini merupakan suatu strategi penjualan yang menyiasati aturan pemerintah yang melarang penayangan iklan rokok secara langsung. Ditanamkannya ideologi konsumerisme dalam tayangan iklan ini yang secara tidak langsung menyuruh audiens untuk membeli produk rokok tersebut. Cara menarik konsumen itu melalui tayangan iklan yang kreatif dan membuat audiens tertarik dengan tampilan dalam visualisasi cerita iklan rokok Djarum 76 Fil Gold ini.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: CKO Repository
Date Deposited: 22 Mar 2016 09:09
Last Modified: 22 Mar 2016 09:09
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/21489

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo