UMM Institutional Repository

PEMAKNAAN PENONTON TENTANG UNSUR KEKERASAN DALAM FILM “THE RAID 2 : BERANDAL” KARYA GARETH EVANS (STUDI RESEPSI PADA ANGGOTA KOMUNITAS RUMAH FILM MALANG - RUFIMA)

ANDRIANTO, MUHAMMAD DIMAS (2015) PEMAKNAAN PENONTON TENTANG UNSUR KEKERASAN DALAM FILM “THE RAID 2 : BERANDAL” KARYA GARETH EVANS (STUDI RESEPSI PADA ANGGOTA KOMUNITAS RUMAH FILM MALANG - RUFIMA). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-muhammaddi-39121-1-pendahul-n.pdf

Download (418kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-muhammaddi-39121-2-bab1.pdf

Download (170kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari munculnya film The Raid 2. Bahwa sekarang banyak sekali media massa terdapat unsur kekerasan didalamnya terutama film baik itu verbal maupun non verbal tanpa memperdulikan pengaruh kepada penonton dari kekerasan itu sendiri. Peneliti mengambil fenomena kekerasan di media massa yaitu film karena dalam film The Raid 2 merupakan film action buatan Gareth Evans. Pada dasarnya film action itu film yang menunjukan adegan penuh aksi dan menegangkan tetapi dalam film The Raid 2 banyak sekali adegan unsur kekerasan yang ditampilkan. Indonesia sudah memiliki badan sensor yang mengijinkan layak dan tidak layaknya film ditayangkan tetapi film The Raid 2 berbeda adegan kekerasan yang ditampilkan bukan hanya satu atau dua tetapi disetiap scene selalu menampilkan adegan kekerasan yang banyak ditonjolkan. Film The Raid 2, dimaknai secara berbeda-beda oleh audiens. Dengan tujuan untuk mengetahui makna penonton tentang unsur kekerasan yang ada didalam film The Raid 2 oleh anggota komunitas rumah film Malang dengan menggunakan studi resepsi, khalayak dapat menginterpretasikan makna yang diambil melalui sudut pandang mereka sebagai khalayak aktif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori khalayak aktif dan melalui metode kualitatif dimana data yang digunakan merupakan data kualitatif (data yang tidak terdiri dari angka-angka) melainkan berupa kata-kata dari subjek penelitian. Dengan metode studi resepsi, yang memfokuskan pada teks media dan pemaknaan yang dilakukan oleh khalayak. Dengan mendapatkan delapan orang subjek penelitian yang ditentukan melalui purposive sampling telah mampu menjelaskna bagaimana audiesn di Komunitas Rumah Film Malang memaknai film The Raid 2. Data didapatkan dengan teknik FGD (Focus Group Discussion) dan in-depth interview. Kemudian dilakukan analisis dengan penjelasan apa yang telah diungkapkan oleh masing-masing subyek penelitian. Mereka memaknai teks media dipengaruhi oleh latar belakang budaya, kondisi sosial dan pengalaman pribadi. Bisa sesuai dengan maksud yang diinginkan teks media, tapi bisa juga berlawanan. Komunitas Rumah Film Malang memiliki anggota dengan latar belakang yang berbeda-beda namun memiliki kesamaan hobby menonton film dan suka membuat film-film pendek, sehingga sangat cocok menjadi subjek dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian ditemukan 3 kategori pemaknaan penonton tentang unsur kekerasan dalam film The Raid 2. Pertama, penonton dengan kategori dominant, dalam posisi ini kode-kode yang disampaikan oleh peneliti dapat diteriman atau terjadi kesamaan oleh subjek penelitian. Dalam posisi ini subjek penelitian kebanyakan menerima bahwa film The Raid 2 penuh dengan adegan kekerasan di setiap scene dan setuju bahwa The Raid 2 merupakan film action Indonesia yang sangat bagus. Sedangkan yang kedua, penonton dalam kategori negoisasi. Dalam posisi ini, subjek penelitian menggunakan kepercayaan dan keyakinannya untuk menerima kode yang diberikan oleh peneliti dan memodifikasi dengan keyakinan yang subjek penelitian inginkan. Mereka menyadari bahwa film The Raid 2 penuh dengan unsur kekerasan yang bisa berpengaruh negatif pada penonton dan mereka menerimanya dengan memahami bahwa kekerasan dalam film The Raid 2 bisa berdampak apabila penonton tidak mencernanya dengan baik. Dan yang terakhir adalah kategori opisisi. Mereka yang termasuk dalam posisi ini kebanyakan tidak setuju atau menolak bahwa kekerasan yang ada film The Raid 2 bisa berdampak penonton. Karena mereka melihat dari sisi unsur kekerasan yang di dalam film The Raid 2 semata hanya untuk hiburan saja tidak ada yang lain. Maka dapat diartikan disini, seluruh subjek penelitian merupakan audiens aktif. Dengan kata lain mereka tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga produsen yang turut aktif menciptakan makna dari sebuah media. Karena mereka secara aktif melakukan makna yang terdapat didalam unsur kekerasan film The Raid 2 berdasarkan latar belakang budaya dan sosial mereka masing-masing. Anggota Rumah Film Malang sebagai khalayak aktif telah mampu mengungkapkan makna dalam sebuah film dengan dipengaruhi oleh banyak faktor dalam diri informan. Berbagai hal tersebutlah yang mempengaruhi mereka dalam memaknai sebuah tayangan film dan membuat mereka dapat dikategorikan kedalam kelompok dominant, negoisasi dan oposisi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science (70201)
Depositing User: CKO Repository
Date Deposited: 21 Mar 2016 04:19
Last Modified: 21 Mar 2016 04:19
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/21082

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo