UMM Institutional Repository

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO.1 TAHUN 1974 Studi Kasus : Desa Parangina Kec. Sape Kab.Bima Nusa Tenggara Barat (NTB)

RAMADHOAN, NURBAYYINAH (2015) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO.1 TAHUN 1974 Studi Kasus : Desa Parangina Kec. Sape Kab.Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-nurbayyina-40747-1-pendahul-.pdf

Download (710kB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-nurbayyina-40747-2-babi.pdf

Download (206kB) | Preview

Abstract

Pernikahan adalah langkah awal untuk membentuk suatu keluarga baru dan membina rumah tangga yang bahagia, akan tetapi jika pernikahan dilakukan pada saat yang tidak tepat, maka tentu hal tersebut akan banyak dampaknya. Dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1974 telah dijelaskan bahwa batas usia kawin bagi seorang laki-laki adalah 19 tahun dan bagi perempuan adalah 16 tahun. Tentunya peraturan tersebut dianggap biasa oleh masyarakat, karena adanya dispensasi yang dapat memudahkan seseorang untuk melakukan pernikahan dibawah umur. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus dari tahun ke tahun maka masa depan serta semangat belajar anak bangsa terhadap kemampuan intelektualitasnya menjadi tidak stabil. Penelitian ini dilakukan terhadap Masyarakat Desa Parangina, dengan tujuan: (1) Untuk mengetahui persepsi Masyarakat desa Parangina tehadap adanya pernikahan dibawah umur ditinjau (2) Untuk mengetahui penyebab terjadinya pernikahan dibawah umur di Desa Parangina Kec. Sape Kab. Bima. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Pendekatan wawancara dilakukan dengan tahap-tahapan. Adapun informan yang digali informasinya yaitu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Desa Parangina, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pelaku pernikahan Dini serta Orang tua pelaku pernikahan dini desa parangina. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Dari berbagai informan, ada yang beranggapan bahwa pernikahan dini sebaiknya tidak dilakukan dan tidak dibenarkan adanya hal tersebut, akan tetapi ada juga yang menganggap bahwa pernikahan dini bisa saja dilakukan karena beberapa alasan yang masuk akal. Selain mengenai hal tersebut dari hasil wawancara dengan masyarakat diperoleh hasil bahwa sebagian masyarakat desa parangina menganggap pernikahan dini dapat menjadi patokan kegagalan remaja masa depan, akan tetapi jika dilihat lagi dari sisi yang berbeda maka tidak dapat dikatakan dengan mudah bahwa dispensasi harus dihapuskan karena harus dilihat banyak pemasalahan yang tidak bisa dihindari oleh manusia, karena kodratnya manusia hanyalah bagian dari ciptaan tuhan yang hanya bisa berusaha sedangkan tuhan yang merencanakan segala kehidupan manusia dibumi. (2) Faktor penyebab terjadinya pernikahan dibawah umur yaitu disebabkan karena: (a) Permasalahan perekonomian keluarga, (b) Pergaulan bebas, (d) biaya pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA yang mahal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Pancasila and Civics Education
Depositing User: CKO Repository
Date Deposited: 21 Mar 2016 02:12
Last Modified: 21 Mar 2016 02:13
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/21043

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo