UMM Institutional Repository

EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM FILM HOROR Analisis Isi Pada Film Arwah Goyang Karawang Jupe-Depe Karya Helfi Kardit

Aviantini, Ulfah (2015) EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM FILM HOROR Analisis Isi Pada Film Arwah Goyang Karawang Jupe-Depe Karya Helfi Kardit. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
d1.pdf

Download (395kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d2.pdf

Download (693kB) | Preview

Abstract

Dalam film ini yang dijadikan objek penelitian adalah Film Arwah Goyang Karawang Jupe-Depe karya Helfi Kardit dengan durasi 5400 detik, 31 Scene. Menariknya dari film ini yang membedakan dengan film horor lain adalah film ini mengambil tema arwah seorang penari tradisional Karawang. Seharusnya film ini menyajikan ketegangan dikarenakan arwah penasaran sebagai isi utama film. Akan tetapi, film ini banyak memunculkan adegan-adegan vulgar dan erotis yang mendominasi isi film daripada sisi horor film. Helfi Kardit juga melibatkan dua artis kontroversial yaitu Julia Perez dan Dewi Persik sebagai tokoh utamanya. Bertolak dari latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapa banyak kandungan Eksploitasi perempuan dalam salah satu film bergenre horor Arwah Goyang Karawang Jupe-Depe. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa banyak ekploitasi perempuan yang muncul pada Film Arwah Goyang Karawang Jupe-Depe. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gender dengan budaya patriarki. Patriarki memiliki prinsip dimana laki-laki harus lebih dominan dalam bidang apapun daripada perempuan. Patriarki juga dapat diartikan sebagai kendali laki-laki atas perempuan karena perempuan dianggap lebih rendah. Dalam budaya patriarki seorang perempuan dikatakan bernilai hanya dari segi fisik seperti kecantikan, keanggunan, kesucian, pekerjaan domestik, dan sebagainya. Hal tersebut mutlak dimiliki perempuan dengan harapan dapat memikat pria. Maka dari itu tubuh perempuan selalu menjadi objek utama dalam industri perfilman untuk memperoleh keuntungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis isi serta memiliki tipe penelitian deskriptif. Data yang diperoleh berasal dari mengamati film Arwah Goyang Karawang Jupe-Depe yang mempunyai total durasi 5400 detik. Kemudian film dianalisis dengan struktur kategori mendesah, merayu, rangsangan seksual, tarian erotis, berciuman, pakaian tanktop dan rok mini/ hot pants, serta kebaya dan jarik tari. Satuan ukur dalam penelitian ini adalah durasi kemunculan shoot pada tiap scene film. Setelah itu, data dimasukkan kedalam tabel durasi (koding) dengan dibantu dua orang koder. Kemudian hasil pengamatan tersebut diuji reliabilitasnya dengan menggunakan rumus Holsty dan didistribusikan ke dalam rumus scott Pi sehingga didapatkan hasil yang valid. Hasil penelitian ini untuk kategori dialog dengan koder satu adalah 0.76 atau 76% dan dengan koder dua adalah 1 atau 100%. Kategori gerak tubuh dengan koder 1 adalah 0.82 atau 82% dan dengan koder dua 0.82 atau 82%. Untuk kategori pakaian dengan koder satu adalah 0.96 atau 96% dan dengan koder dua 0.95 atau 95%. Hasil tersebut dinyatakan reliabel atau valid dengan mengacu pada kesepakatan 0.75 atau 75% antar peneliti dan dua koder. Hasil tersebut menggambarkan bentuk eskploitasi yang terdapat dalam film ini reliabel. Terjadinya eksploitasi perempuan dalam film karena adanya unsur patriarki dan ekonomi media (kapitalisme). Patriarki yang menempatkan perempuan sebagai pemuas nafsu laki-laki dan ekonomi media yang mengutamakan pasar, penanam modal, dan keuntungan. Maka kesimpulan Penelitian ini adalah film horor Arwah Goyang Karawang Jupe-Depe karya Helfi Kardit terdapat eksploitasi perempuan dengan total durasi 2524 detik atau 42 menit ( 56.08%) dari total film yaitu 4500 detik atau 90 menit (100%). Pada kategori dialog yang paling sering muncul adalah kategori merayu, yaitu sebanyak 96 detik atau 91,43%. Pada kategori gerak tubuh kategori yang memiliki durasi paling banyak pada kategori ini adalah tarian erotis, yaitu sebesar 384 detik atau 91,43%. Kategori Pakaian yang memiliki durasi paling banyak adalah pakaian tanktop dan rok mini/ hot pants dengan durasi 1207detik atau 60,56%. Ekploitasi perempuan tidak luput dari sistem patriarki dan ekonomi media ( pasar, pemilik modal, keuntungan). Kedua teori ini saling mendukung satu sama lain dengan satu tujuan yaitu keuntungan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Science
Depositing User: CKO Repository
Date Deposited: 21 Mar 2016 07:38
Last Modified: 21 Mar 2016 07:38
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/20966

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo