UMM Institutional Repository

TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 TERHADAP PERKAWINAN MUT'AH

EFENDI, HASYIM (2005) TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 TERHADAP PERKAWINAN MUT'AH. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2005-hasyimefen-4934-PENDAHUL-N.pdf

Download (134kB) | Preview

Abstract

Adalah Fitrah manusia untuk hidup berpasang pasangan dengan lawan jenisnya Karena selain bertujuan untuk melanjutkan keterunan namun juga bertujuan untuk mendapatkan kebahagian dan ketentraman lahir bathin . Agar terjadi keabsahan atas hubungan tersebut maka diperlukan ikatan dari suatu lembaga resmi yang disebut dengan perkawinan .Perkawinan sendiri menurut kompilasi Hukum Islam adalah perkawinan , yaitu akad yang sangat kuat atau mitsaqon gholidhon untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakanya merupakan ibadah . Sedangkan untuk memperoleh pengesahan, Kompilasi Hukum Islam merujuk pada ketentuan Hukum Islam yang sesuai dengan pasal 2 ayat (1) undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan . Hal ini tercantum pada pasal 4 Kompilasi Hukum Islam . Adapun dalam pasal 1 UU Nomor 1 tahun 1974 , tentang perkawinan ,pengertian perkawinan adalah sebagai berikut : " Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa" Dalam QS . Ar-rum ayat 21 Allah berfirman : Artinya : Dan diantara tanda-tanda kekuasaanya ialah, bahwa telah menjadikan dari pada dirimu sendiri jodoh, supaya kamu dapat dengan tenang bertempat tinggal bersama dia dan dijalinlah rasa cinta kasih pada dirimu berdua , sungguh disitu terdapat tanda-tanda bagi mereka yang mau berpikir . Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dari penulisan skripsi ini adalah: 1. untuk memperjelas kedudukan anak dari perkawinan mut'ah dengan kedua orangtuanya dalam prespektif Hukum Islam dan UU No . 1 Tahun 1974 2. Untuk memperjelas bagaimana hak waris anak dari perkawinan mut'ah terhadap kedua orangtuanya dalam perspektif Hukum Islam . Adapun pendekatan yang digunakan penulis untuk mencapai tujuan tersebut adalah : pendekatan teoritis. Pendekatan teoritis dimaksudkan untuk membahas tentang pengertian perkawinan mut'ah, Penelitian ini menggunakan metode deskriptis analisis, yaitu dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara rnci dan menyeluruh mengenai obyek masalah yang diteliti dan kemudian dianalisa lalu diadakan perbandingan antara teori yang terdapat dalam hokum Islam dan Undang-undang No 1 Th 1974. Dari hasil penelitian dapat diketahui Adalah sangat bathil, jika suatu pernikahan (secara syar'i) diselewengkan demi tujuan pribadi yang tidak lain adalah untuk menghalalkan kebebasan seks. Dan untuk menyelubungi kebebasan seks tersebut dengan nama perkawinan yang berbaju syara’ dan hukum sebagaimana halnya. Pada akhir penulisan skripsi ini ada beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan, Perkawinan adalah sebuah lewmbaga yang sakral yang tidak boleh diselewengkan dan diatas namakan apapun juga, sehingga perkawinan harus di lakukan sebenar-benarnya secara syari'at atau Undang-undang yang berlaku, dan oleh sebab itu hendaknya jangan melakukan mut'ah dengan alasan dan kondisi apapun, sebab sudah jelas hukumnya adalah haram.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Twinning Program
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 18 Feb 2016 04:14
Last Modified: 18 Feb 2016 04:14
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/20354

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo