UMM Institutional Repository

ANALISIS YURIDIS KEABSAHAN LEGAL STANDING ORGANISASI LINGKUNGAN (WALHI) DALAM KASUS PACET (Studi kasus Pacet. PN. Surabaya No.Reg.429/Pdt.G/2003)

ALANSORI, MUHTARO LUDFI (2005) ANALISIS YURIDIS KEABSAHAN LEGAL STANDING ORGANISASI LINGKUNGAN (WALHI) DALAM KASUS PACET (Studi kasus Pacet. PN. Surabaya No.Reg.429/Pdt.G/2003). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana kedudukan hukum (legal standing) WALHI dalam perbuatan melawan hukum dan dasar pertimbangan hakim terhadap penolakan Legal standing WALHI dalam kasus Pacet. Dalam penelitian ini memfokuskan pada advokasi yang dilakukan organisasi lingkungan hidup dalam upaya pelestarian lingkungan dengan objek studi Legal standing WALHI dalam kasus Pacet. Metode penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan tehnik analisis isi (content analisis) yaitu, dengan mengumpulkan bahan hukum baik primer, sekunder maupun tersier kemudian diedit dan dikelompokkan setelah itu ditindaklanjuti dengan analisis isi kemudian ditarik suatu kesimpulan. Dari hasil penelitian ini mendapatkan gambaran, bahwa persyaratan dan prosedur untuk memiliki "ius standi" legal standing harus memenuhi ketentuan dari UUPLH 1997 Pasal 38 ayat 3 huruf a,b,c. yang mengatur tentang persyaratan untuk dapat mempunyai hak Standing organisasi mengatasnamakan lingkungan, sedangkan prosedur pengajuan gugatan legal standing mengacu pada Pasal 39 UUPLH 1997 yaitu, hukum acara perdata biasa. Sedangkan kedudukan Legal Standing WALHI dalam kasus pacet merupakan salah satu langkah atau upaya melakukan kegiatan sebagaimana anggaran dasarnya yaitu upaya pelestarian lingkungan. Terkait dengan pertimbangan hakim terhadap penolakan gugatan "Legal Standing" Wahana lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam kasus Pacet, hakim mempertimbangkan bahwa WALHI belum dapat memberikan bukti bahwa WALHI telah melakukan kegiatan sesuai dengan anggaran dasarnya secara riil dan terus menerus sehingga persyaratan pada Pasal 38 ayat 3 huruf c belum terpenuhi. Maka dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa untuk dapat melakukan gugatan Legal Standing mengatasnamakan lingkungan maka harus memenuhi persyaratan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 38 ayat 3 huruf a, b, c secara komulatif, sedangkan prosedur pengajuan gugatan tetap mengacu kepada hukum acara perdata biasa sebagaimana tercantum pada Pasal 39 UUPLH 1997

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 17 Dec 2015 02:29
Last Modified: 17 Dec 2015 02:29
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19952

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo